Anggrek kuning berbibir laba-laba asal negara bagian Victoria tak seperti apa yang Anda kira: tanaman ini kecil, berwarna hijau dan tumbuh seperti umbi. Tanaman kecil ini juga sangat langka dan menggambarkan kompleksitas ekosistem.

Tanpa jamur tertentu, tawon tertentu dan makanan tertentu, maka tak mungkin ada anggrek ini.

BACA JUGA: Anak-Anak Bisa Dilarang Naik ATV di Queensland

Pada awalnya Anda berpikir bahwa anggrek adalah tentang kecantikan, ketenangan, kerapuhan dan kecemerlangan yang mengejutkan saat mereka sedang mekar.

Kemudian Anda mendengar tentang anggrek yang secara seksual menipu- dengan pertumbuhan seperti kentang kecil- yang bersekongkol dengan tawon parasit yang bertelur di larva kumbang.

BACA JUGA: Dicuri dan Dilepaskan di Hutan, Echidna ini Berhasil Ditemukan lagi


Ancaman bagi anggrek kuning ini meliputi pembangunan, kebakaran, peternakan, kekeringan, pembalakan liar dan penyemprotan pestisida. (Foto: Ann Jones)

Alam itu mengerikan. Dan mengagumkan. Dan semua ini terjadi di hutan yang terletak di Australia bagian tenggara.

BACA JUGA: Dokter Australia Terbitkan Pedoman Operasi Plastik Vagina Pertama di Dunia

Anggrek kuning berbibir laba-laba (Caladenia xanthochila) terdaftar sebagai tanaman yang terancam punah di negara bagian Victoria. Di wilayah Loddon Mallee saja, tanaman ini hanya berjumlah 3.

Dua dari tiga specimen anggrek yang dikenal di daerah tersebut berada di Taman Negara Bagian ‘Kooyoora’, dan pengenalan kembali 100 tanaman baru, tahun ini, membuat para konservasionis ramai berkomentar.

"Ini telah lama ditunggu," kata Julie Whitfield, Ketua Proyek Konservasi Anggrek Loddon Mallee. Ia dan kawan-kawan telah mencoba untuk menyebarkan benih anggrek kuning ini di Taman Botani Melbourne selama hampir satu dekade.

Anggrek kuning berbibir laba-laba ini saling terkait secara rumit dengan habitat dan spesies yang mengelilinginya, yang mereproduksi kondisi tepat bagi pertumbuhan, yang terbukti sangat sulit dilakukan dalam laboratorium.

Pada awalnya, tanaman ini tampaknya menjemukan. Setiap tanaman memiliki satu daun: hijau dengan dasar ungu dan berbulu. Tapi tak selamanya ia memiliki itu semua- anggrek kuning ini merupakan tanaman yang berganti daun. Mereka juga memproduksi umbi-mereka memiliki bagian yang tumbuh seperti kentang kurus, yang ada di bawah tanah dan menyimpan nutrisi.

Anggrek ini bergantung pada jamur mikroskopis di sekitar umbi, yang  memberinya gizi.

Bahkan, jika jamur tak ada di sana untuk memberikan nutrisi yang tepat, benih tak akan berkecambah. Biji anggrek kuning ini tidak memiliki endosperma-paket nutrisi yang memungkinkan tanaman untuk tumbuh sendiri.

Ketika anggrek kuning ini dewasa dan kondisinya sempurna, ia akan memiliki bunga dalam rangka untuk reproduksi.

Sebilah tangkai kecil keluar dari tanah, menjadi sangat kokoh, dan bunga berwarna kuning-kehijauan pucat pun muncul. Kelopak tipisnya melebar keluar seperti bintang laut, dengan bagian yang gemuk di tengah, yang terlihat sedikit seperti mulut dengan lidah yang menempel.

Ia mengeluarkan bau, tapi bukan bau manis yang menarik pemakan madu. Sebaliknya, ia mengeluarkan feromon yang berbau seperti tawon betina.

'Tawon betina adalah serupa semut kecil. Ia sangat, sangat kecil dan tak bisa terbang,” ungkap Julie Whitfield.

Ironisnya, ia memakan bunga penghasil nektar, yang sering berada di atas semak atau pohon.

"Jadi ia naik sendiri ke atas rumput atau semak, atau sesuatu di sepanjang tangkai, dan benar-benar akan mengeluarkan feromon yang menarik tawon jantan untuk mengambilnya dan mengawininya," jelas Julie.

Ia menerangkan, "Sementara sang jantan kawin dengan betina selama terbang, ia (jantan) akan ‘mengajak sang betina keluar’ dalam arti, membawanya ke kanopi untuk memberi makan bunga eukaliptus atau bunga Hakea atau apapun di sekitar mereka. Dan kemudian setelah ia selesai kawin dengannya, sang jantan akan menempatkan betina kembali ke tanah sehingga ia bisa melanjutkan hidupnya."

Anggrek kuning ini mengambil keuntungan dari perilaku kawin tersebut dengan berpura-pura menjadi tawon betina.

"Ini adalah proses yang dikenal sebagai sanggama palsu. Tawon tersebut tertipu untuk berpikir bahwa bunga ini adalah tawon betina,” tutur Julie.

Ia menambahkan, “Tak hanya bunga itu sendiri yang mengeluarkan feromon, ada sebuah labellum, yang seharusnya -saya tak tahu persis karena saya bukan seekor tawon- terasa seperti tawon betina juga.”

Tawon jantan akan mencoba dan mencoba lagi dengan si anggrek, terutama jika tidak ada betina yang aktif di wilayah itu, dan bisa diamati. ia semakin gelisah akan pengalaman tersebut.

Tak ada umpan balik positif bagi tawon jantan- ia tak mendapat nektar dan ia tak mendapat betina. Anggrek, di sisi lain, akan diserbuki.

"Hubungan] itu sangat spesifik yang bahkan dalam genus yang sama, ada spesies tertentu [dari tawon] yang bertanggung jawab untuk penyerbukan spesies tertentu dari Caladenia," terang Julie.

"Kemudian ceritanya bahkan lebih dari itu. Tawon untuk Caladenia ini sebenarnya tawon parasit, sehingga ia juga menumpang larva kumbang," tambahnya.

Kumbang memiliki larva yang kadang-kadang disebut 'belatung keriting'. Mereka tebal, berwarna putih susu besar dengan kepala berwarna gelap yang hidup di bawah tanah.

Tawon betina akan menggali ke dalam tanah dan meletakkan telurnya langsung ke larva. Ketika mereka menetas dan tumbuh, mereka muncul langsung dari tubuh larva ini.

"Hubungan ini menandakan betapa pentingnya untuk menjaga ekosistem kita secara keseluruhan. Perlu dipahami bahwa dalam ekosistem, tak ada yang tak signifikan, tak ada yang lebih penting atau kurang penting daripada lainnya," kemukanya.

Tanpa pembantu ini dalam ekosistem mereka, anggrek akan mengalami hambatan genetik dan perlahan-lahan akan mati. Dan masing-masing Caladenia di Proyek Loddon Mallee memiliki kumpulan persyaratan khusus.

Jika satu tautan hilang dalam rantai, tak akan ada anggrek.

Ancaman bagi anggrek kuning ini meliputi pembangunan, kebakaran, peternakan, kekeringan, pembalakan liar dan penyemprotan pestisida.

Situasi ini mengerikan.

"Kami tak akan memiliki beberapa spesies ini pada saat saya punya cucu," sebut Julie.

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akibat Keluhan Tetangga, Peternakan Wagyu di Australia Ini Terancam Ditutup

Berita Terkait