Anies: Bansos Bukan untuk Kepentingan yang Memberi, tetapi yang Diberi

Minggu, 04 Februari 2024 – 20:58 WIB
Capres RI nomor urut 01 Anies Baswedan saat berbicara dalam debat Capres di Pilpres 2024, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan mengaku frustrasi saat berbicara soal pendidikan di Indonesia.

Hal itu dia ungkapkan dalam debat kelima pemilihan presiden atau Pilpres 2024 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2).

BACA JUGA: Anies Pakai Bahasa Isyarat saat Debat Capres, Ternyata Ini Maknanya

Mulanya Anies menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang pengajar yang kini terlibat dalam politik.

“Bicara pendidikan, jauh dari kota, terpencil, masa depan jadi suram, kemampuan tinggi kesempatan tidak ada, sangat frustrasi melihatnya,” ucap Anies dengan wajah miris.

BACA JUGA: Ganjar Ungkap Pesan soal Mundurnya Mahfud MD dari Kabinet Jokowi di Debat Capres

Tak hanya soal pendidikan, Anies juga menyebutkan bahwa masalah di Indonesia saat ini adanya 45 juta orang belum bekerja dengan layak.

Kemudian, dia juga menyebutkan bahwa sebanyak 70 juta orang Indonesia tidak memiliki jaminan sosial.

BACA JUGA: Awali Debat Capres, Prabowo Ucap Bismillah, Lalu Janjikan 3 Juta Rumah

“Kesehatan mental, kekerasan seksual, lebih dari 15 juta orang jadi korban. Ini problem problem yang tidak menjadi kepedulian segelintir elit,” tuturnya.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengaku dirinya dan Muhaimin Iskandar ingin memastikan rakyat hidup sehat dan bila sakit ada pertolongan cepat.

Masyarakat khususnya anak-anak juga harus tumbuh cerdas dengan biaya terjangkau, keluarga sejahtera karena upahnya layak, dan bila membutuhkan diberikan bantuan sosial (bansos) sesuai kebutuhan.

Bansos plus bukan memberikan bansos sesuai kepentingan yang memberi, tetapi untuk kepentingan yang diberi. Dan warga negara yang bangga dengan negaranya karena dijaga dan etikanya dijaga tinggi,” tambah Anies.

Debat kelima Pilpres 2024 diikuti oleh capres yang dilaksanakan di JCC Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (4/2).

Tema debat pamungkas tersebut meliputi Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi. (mcr4/jpnn.com)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hasto Terima Laporan, Ada Paket Bansos Ditumpuk di Kantor Golkar Yogyakarta 


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler