Anies Baswedan Optimistis Perekonomian 2021 Tumbuh Lebih Cepat

Jumat, 18 Desember 2020 – 02:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal APBN dan pertumbuhan ekonomi. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung pentingnya APBN untuk mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

"Melalui APBN, pemerintah bisa sama-sama fokus untuk percepatan kebijakan fiskal untuk pemulihan perekonomian," kata Anies dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/12).

BACA JUGA: Anies Baswedan Keluarkan Seruan Penting Buat Warga DKI

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang sempat mengalami kontraksi sebesar 3,49 persen pada kuartal III-2020, dan meninggalkan level terendah kedua sebesar 5,32 persen pada kuartal II-2020.

Karena itu dia optimistis bahwa pada 2021 mendatang jajaran pemerintahan bisa bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Politikus PDIP: Ridwan Kamil Genit

"Kita semua berharap, insyaallah tahun depan, kita akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi untuk menjadi jauh lebih cepat lagi," ucap Anies.

Anies juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia dan dunia sedang mengalami tekanan cukup besar, sehingga dia berharap melalui stimulus yang diberikan lewat belanja negara pada tahun 2021, siklus pergerakan perekonomian menjadi lebih baik.

BACA JUGA: FPI Gabung Anak NKRI Aksi 1812, Begini Respons Irjen Fadil Imran

Dalam keterangan itu juga disebutkan, Gubernur Anies secara virtual menyerahkan secara simbolis daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan daftar alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun anggaran 2021 kepada perwakilan institusi kementerian/lembaga lingkup Provinsi DKI dan penjabat sekretaris daerah DKI Jakarta.

Mantan Rektor Paramadina itu menjelaskan bahwa dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan belanja sebesar 2.750 triliun dan tumbuh 0,4 persen dibandingkan alokasi APBN tahun 2020.

Alokasi belanja kementerian/lembaga (K/L) untuk provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 579 triliun atau sekitar 56 persen dari total belanja K/L secara nasional. Anggaran itu dialokasikan kepada 83 K/L yang terdiri dari 1.651 satuan kerja.

Secara garis besar, jelasnya, terdapat empat fokus dalam belanja negara tahun anggaran 2021, yaitu penanganan COVID-19 sebagai prioritas utama.'

Berikutnya perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk reformasi di masa yang akan datang.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler