Anies Disebut Seperti Kacang Lupa Kulitnya, Opad: Dia Tak Akan Jadi Gubernur DKI Tanpa Bantuan Prabowo

Selasa, 09 Januari 2024 – 16:50 WIB
Ketua Umum Jaringan Santri Indonesia (JSI) Syofwatillah Mohzaib saat ditemui di Pondok Modern Al-Ihsaniyah Gandus Palembang, Selasa (9/1/2024). Foto: Cuci Hati/JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Debat ketiga Capres pada Minggu (8/1/2024) yang digelar di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta menuai kontroversi.

Kontroversi sendiri terjadi tak kalah masing-masing Capres saling sindir antara satu sama lain.

BACA JUGA: Data Kemenhan Dipertanyakan saat Debat Capres, Pengamat HI Bilang Begini

Seperti dalam sesi penyampaian vis-misi, Anies menyindir Prabowo Subianto yang memiliki ratusan ribu hektare tanah.

Padahal, setengah anggota TNI di Indonesia tidak memiliki rumah dinas.

BACA JUGA: Ganjar Merespons Jokowi soal Debat Capres: Saya Enggak Menyerang Personal

"Di saat separuh Tentara kita tidak memiliki rumah dinas, sementara menterinya menurut Pak Jokowi mempunyai 340 ribu hektare tanah di negeri ini," ungkap Anies pada saat debat.

Angka yang disebut Anies itu merujuk pada pernyataan Joko Widodo pada saat Debat Capres Tahun 2019.

BACA JUGA: Perang Urat Saraf Debat Capres Ketiga: Lebih Banyak Manuver Menyerang Personal Ketimbang Substansi

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung soal Kementerian Pertahanan yang dibobol oleh Hacker pada Tahun 2023. 

"Padahal anggaran Kementerian Pertahanan mencapai Rp 700 triliun, dengan angka itu tidak bisa mempertahankan, data malah diretas," ujar Anies.

"Justru anggaran itu untuk membeli alat-alat alutsista bekas," sambung Anies.

Dari perdebatan itu, Anies dikecam oleh beberapa tokoh, salah satunya tokoh agama.

Salah satunya Syofwatillah Mohzaib selaku Ketua Umum Jaringan Santri Indonesia (JSI).

Menurut pria yang disapa ustaz Opad ini menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Anies Rasyid Baswedan menggambarkan orang yang tidak punya etika dan moral.

"Saya sedih menonton debat kemarin, tidak menyangka orang yang katanya pintar, katanya hebat, tetapi tidak punya etika dan moral, menyinggung soal pribadi, seperti ingin membunuh," kata Opad saat ditemui disela-sela acara silaturahmi Prabowo Subianto dengan Jaringan Santri Indonesia (JIS) di Pondok Modern Al-Ihsaniyah Gandus Palembang, Selasa (9/1/2024).

"Di dalam debat tidak seperti itu, harusnya Pak Anies ingat, tanpa bantuan Prabowo, tidak akan ada Gubernur DKI Jakarta, jangan seperti kacang lupa akan kulitnya," sambung Opad.

Opad mengatakan apa yang disampaikan oleh Anies pada saat debat sudah keterlaluan.

"Boleh berkompetisi, tetapi yang sehat, bukan malah menjatuhkan satu sama lain," kata Opad.

Namun, lanjut Opad, dengan adanya insiden pada saat debat kemarin, semakin banyak umat yang mendukung Capres nomor urut dua.

"Kami yakin, Pak Prabowo sabar dan ikhlas, dan tujuan kami mengadakan zikir hari ini untuk mendoakan beliau, memberikan dorongan dan suport," tutup Opad. (mcr35/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Cuci Hati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler