Anies Sibuk Pelesiran, Bang Sandi The Real Gubernur

Senin, 30 April 2018 – 06:41 WIB
Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno. Foto: M. Fathra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah meyakini Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah pecah kongsi. Malahan, Trubus menyebut Anies kini sudah bukan lagi gubernur Jakarta.

Hal itu dikatakannya karena melihat Anies belakangan ini lebih banyak disibukkan dengan kegiatan yang tak ada hubungannya dengan pembangunan ibu kota.

BACA JUGA: Anies - Sandi Pecah Kongsi Gara-Gara Tanah Abang?

Sementara Sandiaga jadi lebih dominan dalam pengambilan segala keputusan di lingkungan Pemprov DKI

"Gubernur dan wakil gubernur tidak solid, pecah kongsi. Jadi the real gubernur kan sekarang ada di Sandi bukan di Anies," katanya kepada wartawan, Minggu (29/4).

BACA JUGA: Buka Sekber Gerindra-PKS, Sandi Nilai Ekonomi Tidak Merata

Kesibukan yang dimaksud Trubus adalah perjalanan Anies ke Turki dan Maroko beberapa pekan lalu. Pekan ini, Anies pun kembali melancong ke Amerika Serikat.

Trubus menilai langkah Anies yang melancong ke luar negeri tidak membawa dampak positif bagi DKI Jakarta. Apalagi, masih banyak masalah yang belum rampung di Jakarta.

BACA JUGA: PSI Waspadai Gejala Bagi-Bagi Jabatan Rezim Anies - Sandi

Padahal biaya pelesiran Anies menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang nilainya tak bisa dibilang sedikit.

"Belum selesai ini dia (Anies) sudah lari lagi ke Amerika. Jadi akhirnya program pembangunan enggak jalan. Pelayanan publiknya bagaimana?," cetusnya.

Bukti lain keretakan Anies-Sandi yakni beberapa kebijakan sering tidak sinkron. Misalkan soal penataan kawasan pasar grosir terbesar se-Asia Tenggara, Tanah Abang.

"Tanah Abang kan sampai sekarang tidak terselesaikan. Pak Anies maunya tetap ditutup Jalan Jatibaru. Dia mencueki rekomendasi dari Dinas Perhubungan, Ombudsman, dicueki semua. Tapi Pak Sandi selalu mengatakan nanti bulan depan mau dibuka atau nanti dibuka nunggu sky bridge," jelasnya.

Menurut Trubus sampai sekarang belum ada pembangunan fisik dari sky bridge Tanah Abang. Sementara, untuk membangun sky bridge, butuh dana setidaknya Rp 50 miliar. Begitu juga dengan kebijakan DP Nol Rupiah, soal reklamasi teluk Jakarta, kebijakan mengenai naturalisasi sungai, penanganan banjir, transportasi dinilai keduanya saling bertentangan.

Belum lagi pernyataan Sandi yang berkali-kali mengatakan rela ditinggal Anies maju cawapres di Pilpres 2019.

"Ini mengindikasikan mereka tidak solid, sudah pecah kongsi," pungkasnya. (nes/rmol/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sandiaga Bantah Diomeli Pak JK karena Telat


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler