Antisipasi Macet di Pelintasan, Irjen Rachmad Minta KA Babaranjang Atur Waktu Perjalanan

Sabtu, 06 April 2024 – 16:30 WIB
Salah satu jalur pelintasan kereta api. Foto: Dokumen KAI Divre III Palembang for JPNN.com.

jpnn.com - PALEMBANG -  Kapolda Sumatera Selatan Irjen Albertus Rachmad Wibowo meminta Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (KA Babaranjang) supaya mengatur waktu perjalanan, untuk mengantisipasi kemacetan panjang yang sering terjadi di pelintasan di kawasan Muara Enim.

Irjen Rachmad menyampaikan itu seusai meninjau Tol Muara Enim-Prabumulih, Jumat (5/4).

BACA JUGA: Sopir Truk Ini Ceroboh di Pelintasan Kereta Api, Begini Akibatnya

Rachmad awalnya menjelaskan bahwa berdasar hasil pemantauan, lalu lintas di sana masih landai dibanding dengan jalur Kayuagung-Ogan Ilir kemarin.

Namun, kata dia, ketika trafik lalu lintas sudah tinggi sebagaimana tahun lalu, yang dikeluhkan masyarakat ialah terkait lamanya menunggu di pintu pelintasan kereta api.

BACA JUGA: Prioritaskan Pembangunan 15 Flyover dan Underpass di Pelintasan Kereta

"Kami berharap PT KAI bisa memaksimalkan waktu antara jam sembilan malam sampai jam enam pagi untuk pengiriman batu bara atau rangkaian kosong, sehingga frekuensi kereta api di jam-jam tersebut bisa lebih lengang, karena itulah jam-jam para pemudik dan arus balik melakukan perjalanan," kata Irjen Rachmad. 

Kepala Divisi Operasi PT KAI Suradi mengatakan bahwa pihaknya memberikan alokasi waktu apabila nanti terjadi kemacetan yang cukup panjang.

BACA JUGA: 5 Fly Over Pelintasan Kereta Segera Dibangun

"Kami dari pihak pengendalian memberikan waktu 30 menit sampai dengan 60 menit, tetapi kami melihat situasi dan kondisi di lapangan juga seperti apa," katanya.

Namun demikian, pihaknya juga meminta kerja sama dari masyarakat pengguna jalan raya agar ketika pintu pelintasan sudah terbuka, bisa menggunakan waktu dengan efektif demi kelancaran lalu lintas. 

"Sehingga waktu yang kami berikan berkisar 30 menit sampai dengan 40 menit itu bisa efektif digunakan dengan baik," ungkap dia.

Suradi menambahkan pada prinsipnya perjalanan KA sudah terlukis dalam grafik perjalanan kereta api (GPK).

"Yang mana ketepatan waktunya, kapan dia berangkat, kapan dia bersilang, kapan dia menyusul, kapan dia akan sampai di tempat tujuan semua sudah terlukis dalam GPK tersebut," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Suradi, semua tidak bisa diubah dengan serta merta.

"Artinya, para pengendara harus menyesuaikan perjalanan daripada kereta api," ungkapnya.

Lebih lanjut Suradi mengatakan untuk memperlancar arus lalu lintas, Divre III Palembang memberikan dukungan. 

"Di perlintasan-perlintasan sudah diperbaiki dengan dilakukan perbaikan pengaspalan, sehingga kami berharap kelancaran guna mempercepat lajunya arus kendaraan untuk perjalanan kereta api," jelas Suradi. (mcr35/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Cuci Hati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler