Antisipasi Penyebaran Omicron di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ini

Minggu, 06 Februari 2022 – 08:57 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo saat memeriksa stok vaksin. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyiapkan strategi guna mencegah merebaknya varian Omicron di Jawa Tengah.

Satu di antaranya ialah mengaktifkan kembali program Jogo Tonggo.

BACA JUGA: Dihadiri Ganjar Pranowo, Ratusan Mahasiswa Untirta Bahas Regenerasi Petani Era Jokowi

“Untuk Jawa Tengah kami mendorong untuk on kan lagi program Jogo Tonggo,” ujar Ganjar dalam siaran persnya, Minggu (6/2).

Adapun program Jogo Tonggo merupakan inovasi dalam penanganan Covid-19 dengan mengedepankan partisipasi aktif warga.

BACA JUGA: Survei Capres: Prabowo Masih di Puncak, Anies dan Ganjar Tipis Banget

Jogo Tonggo mencakup dua hal dalam pelaksanaannya, yakni jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi dengan menganut prinsip gotong-royong dan toleransi masyarakat.

“Termasuk kami minta untuk melakukan checking pada tenaga kesehatan. Apakah kondisinya fit atau tidak, apakah mereka tertular atau tidak,” kata Ganjar.

BACA JUGA: Ini Sosok Kiai Hisyam, Si Mbah Mertua Ganjar Pranowo

Ganjar mengaku bahwa telah mengikuti rapat koordinasi Covid-19 yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin serta gubernur lainnya.

Ganjar menyebut para gubernur diminta untuk memantau keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit yang ada di wilayah masing-masing.

“Kami semua gubernur diminta untuk melakukan checking kesiapan rumah sakit. Termasuk mengikuti perkembangan BOR tempat tidur dirumah sakit,” ujar dia.

Ganjar mengatakan kini tengah mempersiapkan kembali tempat isolasi terpusat.

Hal tersebut guna mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya.

“Sampai hari ini (kenaikan) belum terlihat, tetapi kami siaga terus,” tambahnya.

Ganjar mengatakan apabila didapati adanya lonjakan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) maka dirinya mengusulkan untuk dilakukan penutupan.

“Tadi saya sudah minta izin ke Pak Menko Marves agar kami diizinkan juga untuk membuat treatment pada sekolah yang PTM. Kalau memang ada agak masif di lingkungan itu kami akan menutup,” pungkas Ganjar Pranowo. (cuy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rayakan Imlek, Pak Ganjar Temui Veteran Perang Keturunan Tionghoa


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler