Antusiasme Mahasiswi Asing Belajar Membatik

Minggu, 02 Oktober 2016 – 01:07 WIB
ANTUSIAS: Lee So-yeong (kiri) dan Song Yu-jeong belajar membatik bersama Andereas Pandu, dosen UK Petra Surabaya, Rabu (28/9). Foto Abdullah Munir/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com SURABAYA – Sebagai salah satu kekhasan yang dimiliki Indonesia, batik ternyata tak hanya disukai oleh warga Indonesia saja.

Nyatanya, Aniello Iannone L. begitu bersemangat ketika diajari cara membatik.

BACA JUGA: SMA/SMK Diambil Alih Pemprov Berpotensi Picu Pungli dan Putus Sekolah

Mulai dari membuat motif, pemberian malam dengan teknik mencanting, hingga proses pelunturan malam.

Dengan beragam motif yang bisa dibuat, mahasiswa dari University of Naples L’Orientale Italia ini memilih pola daun untuk digambar di tas kanvas miliknya.

BACA JUGA: Dukung Penggunaan Buku Digital di Sekolah

Tak hanya Aniello, masih ada empat mahasiswa asing lainnya yaitu Lee So-yeong dan Song Yujeong dari Hankuk University of Foreign Studies Korea Selatan, Bassoree Wani dari University Muang District Thailand serta Jiraphat Sirichon dari Walailak University Thailand yang Rabu (28/9) tampak tekun mencelupkan canting berisi lelehan malam.

Selama kurang lebih sebulan, kelima mahasiswa asing yang mengikuti program beasiswa non gelar bernama Darmasiswa di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya ini diajak untuk lebih mengenal Indonesia yaitu salah satunya dengan membatik.

BACA JUGA: Jangan Larang Anak Gunakan Gadget

Karena  dalam setiap motif yang ada di batik dianggap memiliki filosofi berbeda-beda. 

Sehingga dengan mengajarkan mereka membatik, kelima mahasiswa asing ini akan lebih mengenal budaya berikut dengan pola pikir masyarakat Indonesia.

“Meski datang dari negara yang berbeda-beda, antusiasme mereka untuk belajar batik sangat tinggi. Bahkan Aniello merasa kerasan, lupa jika kelas ini adalah kelas terakhir,” tutur Andereas Pandu, dosen pengajar mata kuliah Indonesian culture in practice UK Petra Surabaya.

Sebelumnya, terlebih dahulu Andereas menjelaskan kepada kelima mahasiswa asing tersebut bahwa motif batik di Indonesia sangat beragam mulai dari motif sederhana seperti segitiga atau lingkaran hingga yang rumit seperti binatang.

“Sehingga motif batik tas mahasiswa satu dengan yang lainnya tidak sama,” tambahnya sambil menunjukkan tas motif bunga kreasi dari mahasiswa Korea Selatan.

Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) UK Petra Surabaya Meilinda mengungkapkan bahwa UK Petra Surabaya memiliki program Indonesian Spectrum yang mampu memfasilitasi proses pembelajaran mahasiswa asing penerima Darmasiswa. (rul/hen/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekolah Ikatan Dinas Bakal Digabung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler