Antusiasme Warga di Lumbung Suara Mahathir

Kamis, 10 Mei 2018 – 17:20 WIB
Warga Malaysia antri mau melakukan pemungutan suara (Free Malaysia Today)

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Antusiasme warga Malaysia terlihat jelas pada hari pencoblosan pemilu kemarin, Rabu (9/5). Para pemilih berbondong-bondong datang untuk memberikan suara. Terutama di kantong-kantong suara Pakatan Harapan pimpinan Mahathir Mohamad.

’’Ini kali pertama bagi saya. Tentu saja saya antusias, Red),’’ kata Aleesha seraya menunjukkan jari telunjuknya yang telah berhias tinta biru.

BACA JUGA: Mahathir Menang Pemilu, Najib Bakal Masuk Penjara?

Bersama dua adik perempuannya, Syakina dan Ameera, perempuan 32 tahun itu datang ke tempat pemungutan suara dengan berjalan kaki. Lokasinya berada di Sekolah Agama Rakyat (Kafa Integrasi) Al Aziziah AU1.

Mereka bertiga sama-sama baru kali pertama memberikan suara dalam pilihan raya umum (PRU). Sebenarnya, dalam PRU 13 pada 2013, Aleesha sudah punya hak suara.

BACA JUGA: Pemilu Malaysia: Dua Warga Tewas di TPS

’’Tapi, waktu itu saya terlambat register (mendaftarkan diri),’’ ujarnya.

Kepada Jawa Pos, penduduk Taman Keramat itu tak mau menyebutkan pilihannya. Tapi, dia mengatakan bahwa kawasan tempat tinggalnya adalah ’’sarang’’ koalisi Pakatan Harapan (PH).

BACA JUGA: Pemilu Terpanas Negeri Jiran

Antrean di tempat pemungutan suara yang menjadi lokasi Aleesha dan dua saudaranya memberikan suara mengular sejak pagi. ’’Semua mau selesai cepat supaya bisa menikmati cuti,’’ imbuh putri sulung Farida itu.

Kemarin, sekitar 90 menit setelah tempat pemungutan suara buka, antrean di kawasan yang masuk wilayah Gombak itu sudah mencapai 20 meter. ’’Wah, saya nanti saja. Tunggu antrean shorter (memendek),’’ kata putri Nur Hayati.

Kemarin dia menemani sang ibu yang berjaga di posko PH yang lebih terlihat seperti posko Parti Keadilan Rakyat (PKR). Sebab, bendera-bendera partai Anwar Ibrahim itulah yang menghiasi posko.

’’Kami memang pakai bendera PKR. Sebab, dari empat partai yang berkoalisi dalam PH, bendera inilah yang paling familier,’’ ujar Nur Hayati.

Pensiunan guru SD tersebut bersemangat menerangkan segala hal terkait dengan PRU 14 kepada siapa pun yang singgah ke poskonya. Ibu lima anak itu hanya beristirahat saat jam makan siang dan kembali lagi ke posko sampai tempat pemungutan suara tutup.

’’Saya beri tahu orang-orang agar jangan salah pilih. Apa pun partai mereka tak masalah, yang penting mereka pilih ini,’’ katanya sambil menunjuk bendera PKR pada contoh balot yang diperbesar, lantas tersenyum.

Balot PRU 14 tidak berwarna alias hitam putih. Dia ingin memastikan publik tidak salah memilih. Sebab, tanpa warna, bendera PKR mirip bendera Parti Islam Se-Malaysia (PAS). Kali ini PAS memang tidak bergabung dalam koalisi PH yang dulu bernama Pakatan Rakyat (PR).

Antusiasme warga Kuala Lumpur untuk menggunakan hak pilih dibuktikan dengan sepinya pertokoan dan pusat-pusat perbelanjaan kemarin pagi.

Di kawasan KL Sentral dan Setiawangsa, nyaris tidak ada toko yang buka sebelum pukul 12.00 waktu setempat. ’’Semua mengundi. Saya pun nanti mengundi setelah koran habis terjual,’’ kata Veni, penjual koran di depan pusat perbelanjaan NU Sentral.

Veni tidak mau ketinggalan menggunakan haknya. ’’Saya pilih dia,’’ ujarnya sambil menunjuk gambar Mahathir di halaman depan salah satu koran dagangannya yang berbahasa Mandarin. Warga keturunan Bangladesh itu berharap PH menang. (hep/c19/pri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilu Malaysia: Anak Biologis Vs Anak Ideologis


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler