Anunya Penyakitan? Coba Dikhitan

Selasa, 13 Desember 2016 – 21:42 WIB
Ilustrasi: WikiHow

jpnn.com - KHITAN atau sunat sudah menjadi hal lazim di kalangan laki-lak- muslim. Bahkan kini semakin banyak muslim yang dikhitan sejak kecil.

Namun ada pula pria dewasa yang belum dikhitan. Tak sedikit dari mereka yang terkena penyakit yang mewajibkan dukhitan.

BACA JUGA: Ladies, 5 Nutrisi ini Bisa Membantu Mengatasi Gejala PMS

Pakar khitan dan Pendiri Rumah Sunatan dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menjelaskan, ada 10 penyakit yang mengharuskan pria segera disunat. Apa saja itu?

1. Fimosis.
Yakni kondisi di mana didapatkan konstriksi atau penyempitan dari ujung kulit depan kulup (foreskin) penis. Fimosis bisa ditemukan karena faktor bawaan sejak lahir  atau juga bisa akibat peradangan lubang pada kulit penis.

BACA JUGA: Waspada, 4 Lemak di Sekitar Perut ini Bisa Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan!

2. Parafimosis
Kondisi di mana saat kulup tidak bisa ditarik kembali ke kepala penis. Hal ini bisa menyebabkan kulup membengkak dan tersangkut sehingga mencegah peredaran darah terjadi secara optimal pada penis.

3. Balanitis
Yakni pembengkakan dan rasa nyeri atau iritasi kulit dan kepala penis. Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.

BACA JUGA: Wisman Terpukau Bandung International Art Festival 2016 yang Wow!

4.Kondiluma akuminata
Kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis, atau dubur yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kulit genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung atau batang penis dan di bawah kulit depannya apabila tidak disunat.

5. Karsinoma sel skuamosa
Yakni kanker yang berasal dari lapisan epidermis. Penyakit bowen adalah suatu bentuk karsinoma sel skuamosa yang terbatas pada epidermis dan belum menyusup ke jaringan di bawahnya (dermis). Kulit yang terkena tampak cokelat dan merah dan bersisik atau berkeropeng dan mendatar, kadang menyerupai bercak pada psoriasis, dermatitis, atau infeksi jamur.

6. Hipospadia
Yakni kondisi keabnormalan pada saluran kemih atau uretra dan penis. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada penderita penyakit ini, urin justru berada di bagian bawah penis.

7. Epispadia
Kondisi kelainan kongiental berupa tidak adanya dinding uretra bagian atas. Kelainan ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering pada laki-laki. Ditandai dengan terdapatnya lubang uretra di suatu tempat pada permukaan dorsum penis.

8. Megalouretra
Yaitu pelebaran nonobstruktif uretra. Kondisi ini biasanya terkait dengan perkembangan abnormal korpus kavernosum dalam tahap perkembangan janin.

9. Webbed penis (penis berselaput)
Biasa juga disebut palmatus penis. Yakni bawaan kondisi di mana kulit skrotum meluas ke batang penis ventral. Penis berselaput juga bisa terjadi setelah sunat atau operasi penis lainnya yang dihasilkan dari penghapusan berlebihan kulit penis ventral.

10. Trombofilia
Dikenal juga sebagai kelainan pembekuan darah karena pembekuan darah secara berlebihan. Dalam kondisi tertentu, trombofilia bisa membahayakan jiwa.(cr1/JPG)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sedang Diet dan Ingin Perut Langsing? Hindarilah Konsumsi Makanan Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler