Aplikasi My Blue Bird Manjakan Pengguna Taksi di Surabaya

Jumat, 23 September 2016 – 20:20 WIB
Foto/ilustrasi: dokumen JawaPos.Com

jpnn.com - SURABAYA – PT Blue Bird Tbk telah menerapkan sistem pembayaran nontunai di Surabaya. Hadirnya sistem itu demi memberikan kemudahan layanan bagi penggunanya, khususnya untuk melakukan transaksi atau pembayaran secara nontunai. 

General Manager Blue Bird Area Surabaya Kurniawan menyatakan, pasar jasa transportasi taksi masih potensial meski makin banyak moda transportasi alternatif. Saat ini, Blue Bird Surabaya mengoperasikan 2.000 unit taksi di antara total armada 2.300 unit.

BACA JUGA: Hotel Indonesia Group Target Kelola 100 Hotel

’’Secara nasional, Blue Bird mengoperasikan 22 ribu armada taksi di seluruh Indonesia. Fitur pembayaran non-tunai ini merupakan jawaban dari berbagai masukan pelanggan, sehingga pelanggan  semakin nyaman dalam menikmati jasa Blue Bird," ujarnya, Jumat (23/9).

Ia menegaskan, dengan pilihan pembayaran yang beragam di My Blue Bird baik tunai dan non-tunai, maka para pelanggan di Surabaya pun akan semakin dimanjakan. "Karena Surabaya menjadi pasar terbesar kedua setelah DKI Jakarta,’’ terangnya.

BACA JUGA: Kementerian ESDM Potong Cost Recovery Jadi Rp 136 Triliun

Jaringan operasional perusahaan dengan kode emiten BIRD itu tersebar di 18 lokasi. Di antaranya, Cilegon, Medan, Manado, Bandung, Palembang, Padang, Pangkalpinang, Batam, Bali, Lombok, Semarang, Pekanbaru, Makassar, Balikpapan, Solo, dan Yogyakarta.

Sistem pembayaran nontunai termasuk dalam fitur pemesanan yang dibenamkan lewat aplikasi ponsel pintar. Selain nontunai, pengguna jasa juga tetap bisa  melakukan pembayaran tunai.

BACA JUGA: Inilah 5 Mobil Honda yang Paling Laris

"Ini memberikan alternatif dan kemudahan bagi semua pelanggan. Sebab saat ini masayarakat semakin akrab dengan gadget untuk memenuhi kebutuhannya," katanya.

Lebih lanjut Kurniawan mengatakan, Blue Bird terus melakukan sosialisasi sejak sistem pembayaran nontunai itu diluncurkan dua bulan lalu. TErnyata,  animo masyarakat  pengguna jasa taksi Blue Bird cukup baik dengan kehadiran cara pembayaran cashless ini.

"Ssebanyak 30 persen pemesanan dilakukan via call center. Kemudian, sisanya didapatkan dengan datang ke pangkalan di tempat-tempat umum atau keramaian, dan stop taksi di jalan," tegasnya.

Operational Manager Blue Bird Surabaya, Sarwanto menambahkan, pihaknya setiap hari melayani 450–500 pelanggan yang memanfaatkan layanan aplikasi. Pada akhir pekan, angkanya bisa  bertambah.

’’Driver tidak harus memiliki ponsel dengan aplikasi karena perangkat fleety di kendaraan sudah kami pasang. Namun demikian, ke depannya driver juga akan diengkapi dengan smartphone untuk bisa terintegrasi dengan system operasional taksi, dan tentunya juga system pembayaran cashless ini,’’ jelasnya.(res/c14/noe/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Laba Rp 7,1 Triliun, Astra Bagikan Dividen Rp 2,2 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler