APPI: Keputusan Klub Ngaco Terkait Kontrak Pemain

Jumat, 15 Mei 2015 – 06:47 WIB
GM APPI, Valentino Simanjuntak. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com - ASOSIASI Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) menilai keputusan klub di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), Rabu (13/5) terkait kontrak pemain mengada-ada. Kontrak pemain tak seharusnya diputus dan hanya mendapatkan 25 persen kontrak keseluruhan.

GM APPI, Valentino Simanjuntak mengaku apa yang menjadi kesepakatan klub itu aneh.

BACA JUGA: Liga Champions: Reaksi Media Sosial Pada Pertandingan Ulang Suarez-Chiellini

"Satu kata, ngaco," katanya mengomentari putusan tersebut.

Menurut dia, kontrak pemain harusnya tetap sesuai dengan apa yang disepakati sebelum terjadi putusan force majeure. Dimana, pemain berhak menerima apa yang dijanjikan mulai dari tanda tangan kontrak sampai 2 Mei.

BACA JUGA: 11 Pemain Arema Cronus Dipanggil Gabung Timnas

"Yang udah dan seharusnya terjadi di waktu sebelum force majeure ya udah enggak bisa diubah, resiko masing-masing. Kalau seperti ini pemain yang dirugikan," tegas Valentino.

Memang, dengan kondisi yang terjadi, pemain yang mendapatkan 25 persen dari kontrak menurutnya akan dirugikan. Alasannya, dari awal kontrak, pemain rata-rata sudah menjalin kesepakatan sejak Desember 2014.

BACA JUGA: Ini Susunan Pemain Indonesia Lawan Taiwan

Dengan keputusan klub, pemain yang sudah bekerja dan persiapan sekitar lima bulan, terhitung dari Desember 2014 sampai Mei 2015, maka bisa mendapatkan gaji tak sesuai kontrak. Dengan lima bulan total bersama klub, harusnya pemain mendapatkan lebih dari 25 persen kontrak.(dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Vermaelen Bakal Raih Medali Liga Champion tanpa Bermain


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler