Apresiasi Capaian Program KUR BRI, Darmadi Durianto: Wujud Keberpihakan Terhadap Perekonomian Rakyat

Minggu, 28 Agustus 2022 – 04:26 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Darmadi Durianto. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengapresiasi pemerintah terkait keberpihakannya terhadap kegiatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Pasalnya, pemerintah melalui bank pelat merahnya, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menunjukkan komitmennya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

BACA JUGA: Andre Rosiade Puji Keberhasilan Program KUR BRI yang Menyerap 32 Juta Pekerja

KUR adalah salah satu program andalan pemerintah untuk membantu kegiatan ekonomi masyarakat.

Menurut Darmadi, program KUR yang diberikan BRI merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap usaha rakyat.

BACA JUGA: Terbukti Menebar Manfaat, KUR BRI Bakal Genjot

"Ini layak diapresiasi karena negara hadir di tengah rakyatnya. Dengan adanya fasilitas KUR maka kegiatan ekonomi masyarakat bisa berkembang,” ucap Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Sabtu (27/08/2022).

Tak hanya itu, lanjut politikus PDI Perjuangan itu mengatakan program KUR juga memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan UMKM.

BACA JUGA: Darmadi DPR Desak Kementerian ATR/BPN Perpanjang SHGB Milik AP2META, Begini Alasannya

"Selain meningkatkan akses pelaku UMKM terhadap kredit perbankan, program KUR juga berdampak pada penguatan ketahanan dan percepatan pemulihan bisnis UMKM yang dapat menjaga taraf hidup para pelaku UMKM," ujar Pakar Ekonomi Kerakyatan itu.

Berdasarkan riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), 2022, Darmadi mengungkapkan KUR berdampak positif pada peningkatan pendapatan usaha, mendorong terjadinya pengeluaran dan meningkatkan keuntungan bersih para pelaku UMKM.

“KUR juga berdampak positif pada pengurangan tingkat pengangguran dan peningkatan pemasukan pada sektor pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya program KUR sebanyak 29,63 persen nasabah mengalami peningkatan kemampuan dalam membiayai pendidikan keluarganya.

“Sebanyak 27,33 persen juga menyatakan mengalami peningkatan kemampuan dalam membiayai dana kesehatan keluarga usai mendapat kucuran KUR," papar Anggota Baleg DPR RI itu.

Tak hanya itu, menurut Darmadi, penyaluran KUR juga berimplikasi positif terhadap meningkatnya produktivitas usaha nasabah dengan peningkatan sebesar 32,94 persen.

“KUR menjadi sumber modal baru yang memutar roda usaha, dimana peningkatan kegiatan masyarakat yang lebih tinggi pada nasabah KUR Kecil yaitu sebesar 25,73 persen, dan nasabah KUR Mikro sekitar 24,16 persen, sedangkan penerima KUR Super Mikro sekitar 18,2 persen," papar Darmadi.

Menurut dia, jika dilihat dari efektivitas dan efek positif dari program KUR maka, bisa dikatakan program tersebut merupakan salah satu wujud kemandirian ekonomi bangsa.

"Sebagaimana cita-cita Bung Karno soal konsep ekonomi berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Maka, capaian program KUR BRI adalah langkah BRI mewujudkankemandirian perekonomian bangsa dengan basis kegotongroyongan dalam memajukan perekonomian secara bersama-sama," tegas Legislator dari dapil DKI Jakarta III meliputi Jakarta Utara, Barat dan Kepulauan Seribu itu.

Diketahui, sepanjang Januari hingga akhir Mei 2022 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 104,5 Triliun kepada 2,7 juta pelaku UMKM atau setara dengan 41,12 persen dari target yang dibreakdown oleh pemerintah di tahun ini sebesar Rp 254,1 triliun.

Mayoritas penyaluran KUR BRI didominasi Sektor Produksi sebesar 57,38 persen.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler