Apresiasi Pembentukan Gapoktan Bagendit, Dedi Nursyamsi: Petani Harus Modern

Minggu, 26 September 2021 – 11:06 WIB
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat mengunjungi BPP Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (25/9). Foto: Kementan

jpnn.com, GARUT - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengapresiasi petani di Banyuresmi yang mempelopori terbentuknya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bagendit.

Demi menyampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) memang mendorong dibentuknya kelembagaan agar pembangunan pertanian lebih terarah dan maksimal.

BACA JUGA: Kementan Ajak Petani Genjot Pendapatan dengan Berwirausaha

"Saya senang petani di Banyuresmi mampu mempelopori dan mengajak para petani untuk bergabung dan membentuk korporasi Gapoktan Bagendit," kaat Dedi Nursyamsi saat mengunjungi BPP Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (25/9).

Anggota Gapoktan Bagendit merupakan gabungan dari 14 desa di wilayah Banyuresmi.

BACA JUGA: Kepala BPPSDMP Kementan Sebut Pangan seperti NKRI, Harus Harga Mati

Menurut Dedi Nursyamsi, petani harus modern. Modern dalama artian dalam memilih varietas terbaik, menggunakan alsintan yang up to date, dan meringankan beban dan meningkatkan produktivitas, serta provit.

Oleh karena itu, Dedi menekankan agar mindset petani harus diubah, dari  pertanian tradisional menjadi modern.

BACA JUGA: Tinjau BPP Cigugur, BPPSDMP Beri Pesan Ini Pada Penyuluh Pertanian

"Apalagi tujuan membangun kelembagaan petani dari segi korporasi meningkatkan aset dan fasilitas, serta mengurangi kemisikinan dan pengangguran," katanya.

Dia menambahkan selain mendorong produksi, Kementan juga membantu agar produk tani bisa dipasarkan sesuai dengan target market yang sesuai.

"Semangat jadi kunci bagi para petani, termasuk petani milenial untuk terus produktif. Tentu, kita harus tahu iklim kita dan pasar apa yang tepat untuk masyarakat kita," katanya.

Dedi menjelaskan penentu peningkatan produktivitas petani bukan hanya pupuk dan alat pertanian, tetapi SDM petani sangat menentukan.

Kepala Dinas Pertanian Garut Beni Yoga Guna Santika menyampaikan Gapoktan Bagendit fokus ke pengembangan agroindustri jagung.

Menurut Beni, potensi pasar yang sangat terbuka lebar menjadi daya tarik tersendiri bagi petani jagung.

"Dengan hadirnya Gapoktan kini petani bisa lebih memetik pundi-pundi yang lebih besar," harap Beni.

Beni menambahkan Gapoktan Bagendit juga membantu permodalan para petani melalui KUR yang bekerjasama dengan perbankan.

"Gapoktan siap jadi pendamping dan menjembatani petani dengan bank agar permodalan lancar, petani sejahtera," ujarnya.

Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong dibentuknya kelembagaan agar pembangunan pertanian lebih maksimal.

"Kami tidak menginginkan petani hanya bisa tanam, panen, jual. Petani harus mengetahui lebih dari itu, termasuk mengetahui bagaimana mengembangkan pertanian dari segi kelembagaannya," ujarnya. (mrk/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Tim Redaksi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler