Arab Saudi Tetap Selenggarakan Ibadah Haji, Ini Protokol Kesehatannya

Rabu, 24 Juni 2020 – 23:12 WIB
Imam Besar Masjidilharam Abdulrahman Al-Sudais membersihkan Kakbah, Senin (27/4). Foto: Saudi Press Agency

jpnn.com, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan bakal tetap menyelenggarakan ibadah haji 1441 H/2020 pada masa pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19).

Namun, otoritas Negeri Petrodolar itu menerapkan berbagai pembatasan dalam pelaksanaan ibadah rukun kelima Islam tersebut.

BACA JUGA: Arab Saudi Izinkan Haji Terbatas, Begini Penjelasannya

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah menyatakan, otoritas di negerinya telah berpengalaman dalam menangani para jemaah haji. “Sehingga memiliki sumber daya manusia dan kapasitas teknis yang cukup untuk melayani jemaah haji dan menjaga kesehatan mereka,” ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (23/6).

Walakin, ada batasan dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini demi kesehatan para jemaah. Antara lain hanya yang saat ini sudah berada di Arab Saudi yang diizinkan melaksanakan haji.

BACA JUGA: Pemerintah Arab Saudi Batasi Usia Jemaah Haji

“Mereka bakal dites sebelum tiba di tempat-tempat suci dan akan menjalani isolasi mandiri setelah berhaji,” sambung Tawfiq.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Muhammad Saleh Benten mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan guna melakukan sejumlah langkah dan protokol yang harus dilaksanakan.

BACA JUGA: Beda Reaksi di Indonesia dan Malaysia soal Pembatalan Keberangkatan Calon Haji

“Menjaga kehidupan manusia adalah prioritas kami, oleh sebab itu rencana khusus telah ditetapkan untuk haji tahun ini, termasuk isolasi mandiri baik sebelum dan sesudah haji,” katanya.

Saleh menambahkan, Pemerintah Arab Saudi akan membatasi jumlah peziarah. Jumlahnya tak boleh lebih dari 10 ribu jemaah.

“Negara-negara di seluruh dunia telah menutup perbatasan mereka. Oleh sebab itu tidak ada pengecualian yang akan dibuat,” ujarnya.(sag/ArabNews/jpnn)

Inilah protokol penyelenggaraan haji 1441 H/2020:

  1. Jumlah jemaah haji tidak lebih dari 10 ribu orang
  2. Seluruh jemaah harus menjalani tes sebelum memasuki tempat-tempat suci
  3. Hanya muslim dan muslimat berusia di b awah 65 tahun yang diizinkan berhaji
  4. Semua jemaah yang telah menyelesaikan seluruh tahapan ibadah haji akan melakukan karantina mandiri
  5. Semua pekerja dan volunter akan menjalani tes sebelum musim haji dimulai
  6. Status kesehatan para jemaah haji akan dimonitoir setiap hari
  7. Para jemaah haji harus menerapkan social distancing
  8. Sebuah rumah sakit telah disiapkan untuk situasi darurat

    Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler