ARB Menyerah, Leo Mencibir

Senin, 25 Januari 2016 – 00:42 WIB
Leo Nababan. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bahwa partainya mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan meminta digelar Musyawarah Nasional Luarbiasa (Munaslub) Golkar sebelum Ramadan 2016, menuai reaksi dari kubu Agung Laksono.

Leo Nababan langsung mengeluarkan kalimat cibiran. Dia menilai ARB tidak konsisten dan menjilat ludahnya sendiri, karena sejak awal menyatakan berada di luar pemerintah bersama Koalisi Merah Putih (KMP).

BACA JUGA: Marwan: Ubah Citra Kawasan Transmigrasi

“Kubu ARB menjilat air lidahnya. Rakyat masih ingat kan? Kalau kami kubu AL dari awal dukung Jokowi-JK. Kan di sini awal pertikaian,” ujar Leo, orang dekat Agung Laksono itu, kepada JPNN kemarin (24/1).

Meski demikian, Leo menyatakan bersyukur karena Golkar telah kembali pada jati dirinya sebagai partai yang selalu berada dalam gerbong pemerintah. “Syukurlan mereka sudah kembali ke doktrin asli Golkar: Pendukung pemerintah yang sah,” cetusnya.

BACA JUGA: Tunjangan Kinerja Kementerian PUPR Naik Jadi Rp 26,3 Juta

Terhadap keinginan ARB agar Munaslub digelar sebelum Ramadan, Leo juga memberikan dukungan, karena pihaknya sejak awal sudah menghendaki hal itu, meski dengan istilah Munas bersama.

“Saya mendukung Munaslub sebelum lebaran. Inilah awal dari keruntuhan kesombongan Munas Bali,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: Anak Buah Prabowo Tagih Janji Pemerintah Selesaikan Kasus Penculikan Aktivis

Dia berharap, dengan Munaslub nanti konflik kedua kubu berakhir, lebur jadi satu kepengurusan. “arapan saya agar pengurus yang akan datang orang muda semoga tercapai. Ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus,” pungkasnya.

Sementara, Bendahara Umum DPP Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo terang-terangan mengaku kaget dengan sikap ARB itu. Pasalnya, kata Bamsoet, sejak awal pihaknya berada dalam posisi yang benar secara hukum.

Namun, karena sudah diputuskan ARB, Bamsoet menerimanya meski dengan berat hati.

"Baru kali inilah dalam sejarah panjang Golkar harus tunduk dan bertekut lutut pada kekejaman kekuasaan yang tidak menghendaki ARB sebagai ketua umum dengan memakai senjata SK pengesahan yang terus digantung," kata Bamsoet dalam keterangannya, kemarin.

Dia menantang Agung Laksono menjadikan Munaslub sebagai arena pertarungan yang fair. "Kami berharap jalan yang dibuka ARB disambut baik oleh kawan-kawan Ancol yang sudah tidak jelas itu karena SK-nya sudah dibatalkan pemerintah, untuk masuk dalam gelanggang pertarungan yang demokratis dan tidak lagi berteriak-teriak di pinggir jalan," cetusnya.

Pihaknya mengajak Agung Laksono Cs untuk menentukan jadwal, waktu dan tempat penyelenggaraan Munaslub. Kemudian membentuk kepanitiaan bersama dengan supervisi BJ Habibie, Jusuf Kalla, dan Akbar Tanjung. Lalu, Agung dan Ical mengirim nama masing-masing calon yang akan bertarung. 

"Tapi, ya itu tadi. Kalau nanti kalah, jangan lagi teriak-teriak dicurangi atau bilang tidak demokratis. Harus kesatria dan tidak boleh jadi pecundang," tegasnya.

Di forum Rapimnas tahun 2016 di JCC Senayan, Jakarta Sabtu (23/1) malam, yang juga dihadiri Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan pimpinan partai Koalisi Merah Putih (KMP) lainnya, ARB mengatakan Golkar tidak lahir dalam oposisi. Doktrin partainya berbeda dengan partai lain karena keahlian Golkar adalah pada pengelolaan kekuasaan, bukan pada perlawanan terhadap kekuasaan.

Karenanya, kata ARB, Golkar harus bersikap dan melakukan repositioning demi pengabdian pada tujuan lebih besar, yaitu kejayaan dan kemajuan Republik Indonesia.

"Sesuai hasil Rakornas di Bali beberapa minggu silam, saya yakin bahwa kader-kader partai kita memutuskan lewat Rapimnas ini agar Partai Golkar memilih jalur pengabdian dengan berada bersama kekuatan yang dipimpin Presiden Joko Widodo," kata ARB.

"Semua itu tidak berarti bahwa kita menjilat ludah sendiri, atau bahwa kita menghamba pada kekuasaan. Kekuasaan harus memiliki tujuan, dan sejauh tujuan kita adalah pada partisipasi dalam kemajuan Indonesia, maka selebihnya hanyalah masalah taktis yang bersifat konteksual," jelas ARB. Dia meminta agar Munaslub dilakukan sebelum bulan puasa 2016.

"Saya sarankan sebelum bulan puasa tahun ini. Kalau Munaslub diadakan sebelum puasa, maka DPP terpilih akan punya waktu cukup menyiapkan kader-kader terbaik bertarung dalam pilkada 2017," kata Ical. (sam/fat/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Buah Prabowo Minta Jokowi Gunakan Hati Nurani


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler