Arsul Sani: Citayam Fashion Week tidak Perlu Dilarang

Senin, 25 Juli 2022 – 19:01 WIB
Citayam Fashion Week di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Andika Kurniawan/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan aparat kepolisian tidak melakukan pembubaran secara paksa Citayam Fashion Week (CFW). 

Menurut Arsul, apabila Citayam Fashion Week dinilai sudah mengganggu kepentingan umum, maka cukup memberikan imbauan dengan pendekatan secara persuasif. 

BACA JUGA: Pemerintah Terbuka untuk Penentang Baim Wong & Indigo Patenkan Citayam Fashion Week

"Saya kira soal CFW tidak perlu dilarang, yang diperlukan adalah pendekatan persuasif-humanis terhadap kaum muda dan warga masyarakat yang sedang demam CFW tersebut," kata Arsul Sani kepada wartawan, Senin (25/7).

Wakil ketua umum Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan pendekatan persuasif tersebut misalnya lebih kepada imbauan agar tertib berkegiatan. 

BACA JUGA: Baim Wong Daftarkan Merek Citayam Fashion Week, Ridwan Kamil Malah Beri Saran Begini

"Agar aktivitas mereka tertib, teratur, tidak abai terhadap prokes, dan tetap dalam aturan-aturan yang mengatur tentang orang berkumpul, seperti soal jam bubarnya, kebersihan dan lain-lain," lanjutnya. 

Wakil ketua MPR itu mengakui aktivitas Citayam Fashion Week melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) lantaran digelar di zebra cross.

BACA JUGA: Baim Wong Daftarkan Merek Citayam Fashion Week, Praktisi HAKI Angkat Suara

Namun, Arsul mengingatkan bahwa kegiatan tersebut tidak bisa dilihat hanya dari perspektif hukum saja, tetapi juga sisi sosiologisnya. 

“Perlu lebih bijak dengan melihat perspektif sosiologis tentang kebutuhan adanya ruang ekspresi, sehingga ini yang perlu dimitigasikan antara hukum dan sisi sosiologis itu," jelas Arsul.

Dia menambahkan Citayam Fashion Week yang bermula dari para remaja yang tergabung dalam 'SCBD' alias Sudirman, Citayam, Bojong Gede dan Depok itu merupakan hal positif. 

"CFW sebenarnya adalah artikulasi berekspresi yang positif, karena mereka melakukan kegiatan yang sifatnya lebih sosial dan bisa jadi sarana menyatukan masyarakat ketimbang mereka yang berekspresi terkait sikap politik tertentu, misalnya," pungkasnya. (mcr8/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler