Arus Mudik Masih Lancar, Ganjar Pranowo Belum Terapkan Strategi Cadangan

Jumat, 30 Oktober 2020 – 17:45 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek Rest Area KM 456 Tol Semarang - Solo. Foto: Humas Pemprov Jateng.

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengecek langsung kondisi beberapa rest area di Tol Semarang - Solo, Jumat (30/10).

Dari pantauannya orang nomor satu di Jateng itu, kondisi arus lalu lintas saat libur panjang pekan ini terpantau lancar dan aman.

BACA JUGA: Lihat, Gubernur Ganjar Pranowo Berinteraksi dengan Pasien Covid-19

Saat itu ada dua rest area yang disambangi Ganjar, yakni rest area KM 429 Ungaran Kabupaten Semarang dan rest area KM 456 Salatiga.

BACA JUGA: Aiptu Budi dan Brigadir Rihza Bikin Marah AKBP Arif, Nih Akibatnya

Di dua tempat itu, Ganjar melihat tidak ada penumpukan pengunjung dan aru kendaraan pun masih relatif lancar.

"Kalau kita lihat data, kemarin tanggal 28 ada peningkatan sedikit, tetapi hari ini relatif sudah bagus. Di beberapa rest area yang saya datangi semuanya terkontrol dengan baik. Alhamdulillah belum ada lonjakan," kata Ganjar.

BACA JUGA: Kecam Macron soal Kartun Nabi, Kemenlu Panggil Dubes Prancis untuk RI

Ganjar sebenarnya telah menyiapkan strategi cadangan untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan pemudik. Di antaranya melakukan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen.

Namun strategi itu belum diterapkan karena kondisinya masih lancar dan terkendali. "Sampai hari ini masih tercover, sehingga tidak perlu dilakukan pembatasan itu, karena kondisi jalan masih lancar," imbuhnya.

Pihaknya juga meminta petugas kepolisian yang berjaga di masing-masing rest area, termasuk pihak pengelola untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Petugas dan pengelola diminta mewajibkan pengunjung untuk jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun.

Untuk tempat wisata, diakui Ganjar ada beberapa yang mengalami lonjakan. Kota Semarang misalnya, kondisi wisatawan cukup ramai, namun semua masih terkendali dan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan ketat.

"Di tempat wisata besar lain seperti Borobudur juga sama, protokol kesehatan diketatkan. Sampai hari ini patroli terus berjalan dan belum menemukan satu kejadian yang luar biasa," jelasnya.

Ganjar berharap kondisi demikian bisa dipertahankan, dan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan mengontrol diri agar aman dari penularan Covid-19.

Dia menyebutkan, adaptasi kebiasaan bari diuji dalam libur panjang ini. Kalau semua bisa menjaga, dia optimistis akan aman.

"Tadi juga sudah rapat dengan Menko Kemaritiman terkait antisipasi pasca libur panjang ini. Mudah-mudahan dua minggu setelah ini, tidak ada penambahan berarti," tambahnya.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Ita (50) mengatakan selama berkeliling di Jawa Tengah, jalanan lancar dan tidak ada kemacetan.

"Jalannya lancar, enggak macet. Saya datang Rabu kemarin, nginep di Salatiga dan tadi jalan-jalan ke Solo. Jalanan lancar, enak," ungkapnya.

Selain itu, Ita juga menilai penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata di Jateng yang dia kunjungi juga diterapkan dengan sangat ketat.

"Protokolnya ketat, ada tempat cuci tangan, wajib pakai masker dan lainnya. Restoran, tempat oleh-olehnya juga sudah tertata dengan baik," ujar Ita.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler