Ary Ginanjar Berikan Training ESQ Gratis untuk Dharma Wanita Kemenko Perekonomian

Jumat, 29 Maret 2024 – 21:47 WIB
Ary Ginanjar memberikan training ESQ gratis untuk Dharma Wanita Kemenko Perekonomian. Foto: ESQ

jpnn.com, JAKARTA - Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian memberikan tausiah pada acara Semarak Ramadan yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) pada Rabu (27/3).

Dia berkomitmen memberikan Training ESQ secara cuma-cuma untuk jajaran Dharma Wanita Kemenko Perekonomian dan mengajak anak-anak muda kuliah di Universitas UAG untuk dipersiapkan menjadi pemimpin Indonesia kelak para generasi emas 2045.

BACA JUGA: Ary Ginanjar Beber 4 Rumus Menjadi Jaksa Sukses dan Bahagia

Penasihat Dharma Wanita Kemenko Perekonomian Yanti Airlangga merasa bahagia karena motivator kondang itu memberikan ceramah dengan sangat baik dan lembut.

"Jadi, kami juga tidak merasa dinasihati. Yang disampaikan Pak Ary ini cocok untuk semua umur dan pengetahuannya, pelajaran yang beliau sampaikan itu sangatlah manusiawi," ujar Yanti, dalam keterangannya, Jumat (29/3).

BACA JUGA: BerAKHLAK jadi Core Values Resmi di UU ASN, Ary Ginanjar Bilang Begini

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Ary Ginanjar dengan mengatakan bahwa isi tausiyah yang disampaikan sangat cocok dengan apa yang diharapkan dalam pengembangan mental.

"Agar kuat menghadapi persaingan dan kuat menjalankan amal saleh atau bahasa yang biasa dipakai di ekonomi, yaitu program-program pembangunan. Jadi, apa yang disampaikan Pak Ary sangat tepat untuk menyentuh sanubari kita semuanya," ujar Airlangga.

BACA JUGA: Kemenko Perekonomian Ajak Perguruan Tinggi Dukung Aksesi Indonesia jadi Anggota OECD

Pada tausiahnya, Ary menyampaikan bahwa semua kegiatan perekonomian itu adalah amal saleh yang harus dibarengi dengan iman supaya tidak menjadi orang rugi. Dia memberikan kuliah tentang strong why, big why, serta grand why dalam berpuasa dan bekerja.

Ary menjelaskan niat strong why misalnya ingin berpuasa agar badan langsing untuk sehat, sementara big why karena ingin dijuluki orang baik dan tidak ingin dinilai tidak beriman karena tidak berpuasa.

"Kalau puasa grand why itu bukan karena ingin langsing, tentu itu bisa dijadikan outcome. Bukan karena ingin dibilang saya ini orang yang saleh , itu adalah tambahan impactnya. Tetapi puasa grand why ini karena Allah, mengikuti perintahnya," jelasnya.(jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler