AS dan Korsel Main Perang-perangan, Korut Targetnya

Jumat, 01 September 2017 – 07:07 WIB
Bom dari pesawat tempur Amerika Serikat mengenai target dalam simulasi serangan ke Korea Utara, Kamis (31/8). Foto: AP

jpnn.com, KOREA SELATAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengerahkan enam pesawat militer ke lokasi latihan gabungan dengan Korea Selatan (Korsel), Kamis (31/8). Dia seakan ingin menunjukkan bahwa AS tak peduli dengan berbagai ancaman yang dilontarkan Korea Utara.

Langkah itu juga kontras dengan pernyataan Menteri Pertahanan James Mattis yang menegaskan bahwa AS akan tetap menempuh jalur diplomatik.

BACA JUGA: Ini Bukti Pencitraan Adalah Segalanya bagi Presiden Donald Trump

”Solusi diplomatik untuk krisis nuklir Korea Utara (Korut) akan tetap menjadi pertimbangan kami,” kata Mattis.

Sebelumnya, Trump mencuit lewat akun @realDonaldTrump bahwa perundingan bukanlah jalan keluar bagi krisis nuklir Korut. Taipan 71 tahun itu lebih condong terhadap aksi militer.

BACA JUGA: Kim Jong-un: Kami Baru Pemanasan

Namun, Rusia dan Tiongkok mengimbau AS tidak gegabah. Sebab, aksi militer bisa memantik perang.

Kemarin latihan gabungan AS dan Korsel yang bertajuk Ulchi-Freedom Guardian alias UFG berakhir. Menjelang penutupan, AS mengerahkan dua pesawat pengebom B-1B dari Pangkalan Militer Andersen di Kepulauan Guam ke Semenanjung Korea.

BACA JUGA: Korut Sukses Bikin Warga Jepang Gemetar, Sirine Meraung di Mana-Mana

Dari arah lain, empat pesawat siluman F-35 dari Pangkalan Udara Iwakuni milik Korps Marinir AS di Jepang juga menuju lokasi latihan militer gabungan.

Meramaikan parade jet militer AS itu, Korsel menerbangkan empat pesawat militer ke lokasi yang sama. Dalam latihan rutin tersebut, juga dilakukan simulasi serangan ke Korut.

”AS dan Korsel melakukan latihan pertahanan udara dengan melibatkan sejumlah jet tempur untuk menyikapi provokasi berulang Korut lewat peluncuran rudalnya,” terang jubir militer Korsel.

Ketegangan di Semenanjung Korea tersebut ditanggapi Tiongkok dengan serius. Dalam jumpa pers, Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menegaskan bahwa latihan gabungan yang sebagian besar agendanya adalah simulasi serangan Korut itu tidak salah.

Apalagi, ancaman Korut sudah semakin nyata. ”Namun, kami tetap berharap semuanya bisa selesai dengan damai,” ujarnya. (AFP/Reuters/BBC/CNN/hep/c21/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Whuss..Rudal Korut Melintas di Langit Jepang, Tokyo Geram


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler