AS Khawatir Serangan ala 9/11 Terulang

Kamis, 04 September 2014 – 01:35 WIB
Peristiwa Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York City pada 11 September 2001 lalu.

jpnn.com - Amerika Serikat khawatir kelompok militan yang telah mencuri 11 pesawat komersial di Libya bulan lalu akan digunakan untuk melakukan serangan teroris ala peristiwa 9/11 di suatu tempat bulan ini.

Diketahui, 11 pesawat komersial yang dioperasikan oleh maskapai yang dimiliki oleh negara hilang setelah kelompok militan Libyan Dawn menduduki bandara yang terletak di Tripoli.

BACA JUGA: Popularitas Hamas Melonjak Setelah Perang Gaza

Sejak dua pekan terakhir, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal keadaan yang semakin memburuk di Libya dapat berpotensi menyebabkan terulangnya serangan ala peristiwa 9/11, di mana empat pesawat komersial dibajak, dua diantaranya ditabrakkan ke Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York City pada 11 September 2001 lalu.

"Ada beberapa pesawat komersial di Libya yang hilang. Kami melihat tanggal 11 September apa yang bisa terjadi dengan pesawat yang dibajak," kata seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip Daily Mail pada Rabu (3/9).

BACA JUGA: Perawat RS Mogok Masal Karena Takut Tertular Ebola

Pejabar itu khawatir pasalnya selain menandakan serangan al-Qaeda ke WTC, 11 September juga menjadi peringatan tahun kedua serangan militan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Benghazi Libya. Dalam serangan itu sebanyak empat orang tewas, termasuk dutabesar Christopher Stevens.

Bandara Internasional Tripoli diketahui diduduki oleh dua kelompok militan yang berupaya merebut kendali sejak Juli lalu sebelum akhirnya diambil oleh kelompok Libya Dawn melalui baku tembak.

BACA JUGA: Penjahat Seksual Taiwan Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara

Sejak diambil alih Libya Dawn, ada 11 pesawat komersil yang hilang. (mel/rmo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemampuan Timpang, Ukraina Pilih Mundur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler