AS Pamer Pesawat Pengebom di Langit Korea

Rabu, 14 September 2016 – 23:58 WIB
Pesawat pengebom B-1B Lancers. Foto: GettyImages

SEOUL -  Amerika Serikat (AS) menerbangkan dua pesawat pengebom B-1B Lancers kemarin (13/9) di langit se­menanjung Korea. Tepatnya di wilayah udara Korea Selatan (Korsel) yang selama ini menjadi sekutunya. Negara Paman Sam itu memang berniat unjuk kekuatan terhadap Korea Utara (Korut) yang mengetes hulu ledak nuklirnya Jumat (9/9).

Pesawat supersonik tersebut terbang rendah di atas pangkalan angkatan udara Osan yang berjarak 64 kilometer dari Seoul dan 77 kilometer dari zona demiliterisasi (DMZ) yang menjadi perbatasan Korut-Korsel. Dua pesawat itu diikuti F-15 milik Korsel dan F-16 milik AS. Pesawat B-1B Lancers memiliki kemampuan membawa misil nuklir dan bom yang bisa menghancurkan bung­ker bawah tanah sekalipun.

Pesawat tersebut Agustus lalu diletakkan di pangkalan udara di Guam. Komando Pasifik AS menyebutnya sebagai Continuous Bomber Presence. Itu adalah kali pertama pesawat tersebut menjadi bagian dari pasukan pengebom di Pasifik dalam satu dekade ini.

"AS memiliki komitmen tak tergoyahkan untuk membela sekutu-sekutunya di wilayah ini dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membela mereka. Termasuk di antaranya melakukan operasi seperti yang kami lakukan saat ini,'' ujar Komandan Pasukan AS di Korsel Jendral Vincent K. Brooks.

Korut tentu saja langsung berang dengan langkah yang diambil AS tersebut. ''Sanksi, provokasi, dan tekanan apa pun tidak bisa menghancurkan status kami sebagai negara nuklir. Politik jahat serta provokasi militer hanya akan meng­akibatkan banjir serangan nuklir secara membabi buta yang bakal menyebabkan kehancuran,'' tulis KCNA.

Sementara itu, perwakilan khusus AS untuk Korut Sung Kim kemarin bertemu dengan para pejabat Korsel. Dia menyatakan bahwa AS masih terbuka dengan kemungkinan dialog bersama Pyongyang untuk mengakhiri pembuatan senjata nuklir mereka.

Diplomat berdarah Korsel itu menambahkan, AS bakal mengamankan resolusi terbaru dan terkuat dari Dewan Keamanan (DK) PBB untuk Korut. Di dalamnya tentu saja terdapat sanksi-sanksi yang akan diterapkan secepatnya. AS akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk menutup celah pada resolusi yang diluncurkan Maret lalu.

"Tiongkok sudah paham pentingnya resolusi terbaru DK PBB sebagai respons dari tes senjata nuklir yang digalakkan oleh Korut baru-baru ini,'' tegas Kim.

Tiongkok dan Rusia yang selama ini menjadi sekutu Korut tampaknya enggan mendukung AS dan Korsel. Tiongkok dan Rusia kemarin bertemu di Beijing untuk membahas masalah keamanan negara. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying meminta semua pihak menahan diri dan tidak membuat ketegangan kian meningkat.

''Kedua pihak (Tiongkok dan Rusia) merasa bahwa tes nuklir yang dilakukan Korut tidak memiliki keuntungan terhadap perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea,'' ujar salah seorang pejabat Tiongkok setelah pertemuan. Meski tidak mendukung, Tiongkok dan Rusia lebih memilih opsi konsultasi dan dialog, bukan resolusi untuk menambah sanksi pada Korut. (Reuters/AFP/sha/c6/any/flo/jpnn)

BACA JUGA: Syria Tenang, Tapi Masih Ada 250 Ribu Warga Terjebak

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aksi Dua Pesawat Pengebom Milik AS Bikin Korut Geram


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler