AS Tak Percaya Militer Myanmar Bersih dari Darah Rohingya

Kamis, 16 November 2017 – 10:12 WIB
Sejak pekan lalu, sudah puluhan ribu etnis Rohingya mengungsi dari Negara Bagian Rakhine. Foto: AP

jpnn.com, MYANMAR - Hasil penyelidikan yang dipublikasikan militer Myanmar tentang kekerasan terhadap Rohingya tidak dipercayai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson.

Dalam konferensi pers kemarin, Rabu (15/11), dia tetap meminta ada penyelidikan independen agar dalang di balik kekejian di Rakhine bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan demikian, pelaku bisa dihukum per individu, bukan institusi.

BACA JUGA: Militer Myanmar Bersikeras Tak Membantai Rohingya

Pernyataan itu dibuat setelah Tillerson bertemu dengan Kepala Militer Myanmar Jendral Senior Min Aung Hlaing dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi secara terpisah.

’’Kami sangat khawatir dengan laporan tentang meluasnya kekejian yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar,’’ ujar Tillerson saat konferensi pers bersama Suu Kyi.

BACA JUGA: Cekcok Tetangga Berujung Penembakan, 5 Tewas 10 Terluka

Dia juga memaparkan adanya kelompok massa yang ikut melakukan tindakan brutal di Rakhine, tetapi tidak ditindak oleh pasukan keamanan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Tillerson tidak percaya dengan hasil investigasi junta militer yang dirilis pada Senin (13/11). Dalam investigasi itu, militer mengaku tidak terlibat dalam tragedi Rohingya di Rakhine.

BACA JUGA: Tak Ada Lagi Kekaguman, Rocker Gaek Ini ”Putuskan” Suu Kyi

Menlu ke-69 AS tersebut juga mengecam serangan militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) yang memicu konflik. Meski begitu, respons dari pasukan militer seharusnya ditujukan untuk menghindari korban yang lebih masif dari pihak sipil. Yang terjadi di Rakhne sebaliknya.

Para senator di AS menginginkan adanya sanksi ekonomi dan pembatasan perjalanan bagi anggota militer Myanmar. Namun, Tillerson tidak menginginkan hukuman masal yang akan berimbas pada pemerintah Myanmar secara keseluruhan.

Dia ingin hukuman tersebut diberlakukan pada individu yang terbukti bersalah. AS akan bekerja sama dengan berbagai pihak agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

’’Ini adalah tanggung jawab pemerintah dan pasukan keamanan untuk melindungi dan menghormati HAM semua penduduk di lingkup wilayahnya dan menghukum mereka yang gagal melakukannya,’’ ucap Tillerson.

Rencananya, AS memberikan tambahan bantuan kemanusiaan ke Myanmar sebesar USD 47 juta (Rp 635,9 miliar). Jika ditotal, sejak Agustus lalu, Negeri Paman Sam sudah mengucurkan Rp 87 juta (Rp 1,17 triliun).

Dia juga membicarakan pemulangan kembali para pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. (Reuters/AP/sha/c20/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejam! Warga Bangladesh Eksploitasi Bocah-Bocah Rohingya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler