Asah Kepekaan Siswa Jadi Reporter Lewat Backpacker Traveler

Sabtu, 17 Desember 2016 – 18:21 WIB
Peserta Djakarta Creative School saat mengunjungi salah satu destinasi di Malaysia. Foto: Yayasan Mata Air

jpnn.com - JAKARTA - Yayasan MataAir yang bergerak di bidang pendidikan menggelar program Djakarta Creative School. Program itu disusun untuk memanfaatkan momen liburan sekolah.

Melalui Djakarta Creative School, MataAir mengajak siswa-siswi menengah atas melakukan sebuah perjalanan dengan kemasan socio-traveling-backpacker bertajuk ASEAN Student Journalist Backpacker yang bertujuan mengasah kepekaan jurnalistik para pesertanya. Negara ASEAN pertama yang menjadi tujuan Djakarta Creative School adalah Malaysia.

BACA JUGA: Pemda Diminta Tingkatkan Sinergi dengan DPRD terkait Anggaran Pendidikan

Dalam program itu, para pesertanya dipancing untuk menumbuh-kembangkan kepekaan jurnalistik yang dokumentatif sebagai karya terbaik selama perjalanan mereka di destinasi-destinasi utama di Malaysia. Karenanya, peserta juga diberi beberapa tugas yang terdiri dari berbagai unsur pembelajaran yang mereka terima ketika workshop. Ada fotografi, videografi, jurnalistik serta creative writing untuk mereportasekan perjalanan mereka.

Pada hari pertama, Sabtu (17/12), panitia mengajak peserta mengawali kunjungan di Putrajaya Convention Centre. Tugas para peserta adalah mengambil objek foto berdasar komposisi dan teknik  fotografi.

BACA JUGA: Kemenag Genjot MAK agar Lulusan Aliyah Bisa Bersaing

Untuk tugas itu, komposisi fotonya ditentukan seputar line, pattern, tekstur, warna, refleksi dan lain-lain. Peserta terlihat antusias dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh mentor fotografi mereka masing masing.

Salah satu peserta dari SMA Lazuardi GIS, Faiz Zaidan Alharkan Wahid mengungkapkan bahwa ini kali pertamanya untuk menguji coba secara langsung skill fotografinya setelah mengikuti workshop bersama Djakarta Creative School, Jumat (16/12).

BACA JUGA: Zulkifli Hasan Setuju PMP Diajarkan Lagi di Sekolah

“Menurutku, ini momen berharga banget, tugas tugasnya buat aku jadi tertantang untuk mendalami dunia fotografi Karena ternyata untuk menciptakan gambar atau hasil foto yang bagus ada beberapa komposisi, teknik dan tahapan yang harus dilalui.” ungkap Alhar.

Selain melanjutkan tugas yang diberikan, peserta diberi waktu beberapa menit untuk membuat catatan pinggiran sederhana tentang perjalanan mereka di berbagai kunjungan destinasi. Hal itu merupakan upaya panitia untuk bisa meningkatkan kepekaan dan gairah menulis bagi peserta yang pada umumnya pelajar ini.

Wachid Ervanto selaki mentor penulisan dan jurnalistik pada program itu mengatakan, peserta harus peka menangkap informasi dari berbagai tempat yang mereka kunjungi. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah stimulus bagi peserta untuk menciptakan embrio penulis muda yang juga tidak hanya andal di bidang fotografi dan videografi, tapi juga mampu menangkap informasi dari setiap tempat yang dikunjungi dan menuangkannya ke dalam  tulisan.

“Karena sebenarnya menulis sudah merupakan bagian dari keseharian mereka, update status, memberi caption di berbagai sosial media kan juga bisa jadi bukti empiris bahwasanya sebenarnya mereka sudah terbiasa menulis walaupun mungkin hanya terbatas di sosial media mereka masing masing, tapi kalau kemampuan ini di-manage tentunya akan memberikan output skill yang berguna di masa depan mereka kelak tentunya,” ujar Wachid.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Jumlah Sekolah/Madrasah yang Belum dan Sudah Terakreditasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler