Aset Ustad Lihan Jadi Incaran

Penipuan Berkedok Investsi intan

Selasa, 08 Desember 2009 – 10:57 WIB
MARTAPURA- Menginapnya Pengusaha Intan Desa Cindai Alus, Ustad Lihan di Mapolda Kalsel membuat penanam modal mulai gerah dan hilang kesabaranAda sebagian pemodal yang mencoba menguasai harta benda milik pengusaha muda ini, namun tertahan oleh banyaknya aparat kepolisian yang berjaga ditempat itu.

“Saya sebenarnya sudah kehilangan kesabaran

BACA JUGA: Keterangan Ustad Lihan Palsu

Makanya saya mencoba mengambil barang sebagai jaminan modal saya agar tidak hilang,” ujar salah seorang pemodal asal Martapura yang bekerja di Pemkab Banjar ini meminta namanya tidak dikorankan.

Sebab ujarnya, dengan ditahannya Lihan, maka sangat kecil harapan dia untuk mendapatkan kembali uang miliknya yang ditanamkan.

Ditanya soal aset apa yang akan ditarik? Ia mengaku saat ini harta benda milik Lihan yang berada di luar rumah hanya sedikit yakni hanya AC, CCTV dan Genset.

“Kalau bagi saya benda apa saja kalau bisa saya amankan
Paling tidak bisa mengurangi kerugian

BACA JUGA: Wako Padang Disiram Air Cabe

Saya sudah minta izin satpam sama Ketua RT,” terangnya.

Soal kenapa ia tergiur ikut berinvestasi" Lelaki brewokan ini mengaku kalau semula diajak temannya untuk berinvestasi dan dipertemukan langsung dengan Lihan
Saat itu Lihan memperlihatkan setumpuk intan dengan nilai jual berbijinya sebesar Rp4 juta, dan dikatakan dipesan cukup banyak dalam setahun oleh pengusaha luar negeri.

“Saya percaya aja

BACA JUGA: KPK Minta Rp67 M di Langkat Dibekukan

Karena saat itu saya diperlihatkan intan yang banyak,” pungkasnya.

Hal senada juga diakui oleh lelaki paruh baya yang mewanti-wanti namanya juga tidak dikorankanLelaki yang datang bersama isterinya juga berencana akan menarik aset yang dimiliki Lihan, mesti dirinya saat ini masih mencari data keberadaan apa-apa saja aset yang dimiliki pengusaha muda itu.

“Kalau memang ada aset yang bisa ditarik ya saya tarikMasalahnya sekarang aset mulai dijaga petugas,” pungkasnya.

Dari pantauan JPNN dikediaman Lihan di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar sejak pagi ratusan pemodal sudah memenuhi rumah pengusaha intan  yang berdekatan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hijrah ini

Tidak hanya para nasabah yang banyak berkumpul, aparat kepolisian dari Polres Banjar bersama Polsek Martapura juga nampak memenuhi sekitar rumah pemilik Intan Putri Malu ini, baik yang mengenakan seragam kepolisian maupun yang berpakaian preman untuk melakukan pengamanan.

Semakin bertambahnya pemodal dan adanya beberapa nasabah yang mencoba menguasai harta benda dirumah Lihan, membuat aparat kepolisian terlihat menambah pasukannya, yakni dengan menurunkan satu truk petugas dari Samapta Polres BanjarMeski menjelang siang hari aparat ini kembali balik ke markas mereka, sehingga hanya tersisa beberapa petugas Perintis dan Intel yang berjaga-jaga ditempat itu hingga sore hari.

Sementara itu, kemarin juga beredar informasi, rumah salah seorang kolektor berinisial DS di Kelurahan Loktabat Banjarbaru, justru sudah dikuasai pemodalMereka memasang segel supaya kolektor ini tidak bisa membawa harta benda miliknya sebelum persoalan selesai

“Pagi tadi pak disegelnyaYa oleh pemodal,” ujar salah seorang warga sekitar, Irwan seraya berlalu.(san)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5000 Ton Minyak Sawit Tenggelam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler