Australia-Indonesia Saling Ketergantungan

Jumat, 22 Agustus 2008 – 16:21 WIB

!-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->JAKARTA-Perdagangan bilateral, investasi, daging dan hortikultura masuk dalam agenda kunjungan Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Tony Burke ke IndonesiaSaat membahas masalah pertanian dan perdagangan,bersama Menteri Pertanian RI, Dr Anton Apriyantono dan Menteri Perdagangan RI, Dr Mari Pangestu, Burke menekankan pada keuntungan yang akan diperoleh antara Australia dan Indonesia dari Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru

BACA JUGA: Pertamina Investasi Kilang Gresik Rp200 M

“Langkah apa pun yang diambil untuk liberalisasi perdagangan pertanian juga dapat membantu mengatasi kekurangan pangan global,” kata Menteri Burke.


Lebih lanjut ia mengatakan Australia mengenali tantangan yang dihadapi oleh produsen pertanian di Indonesia dan akan bekerja sama dengan negara tetangga dalam membantu mengembangkan sektor pertanian

“Kami tertarik untuk mendorong investasi Australia di sektor pertanian di Indonesia dengan kesempatan ini bisa bekerja sama untuk melakukan ekspor ke seluruh dunia dan perjanjian, perdagangan kawasan akan memberi kita keuntungan besar di pasar dunia.” tambahnya.


Burken pun mencontohkan Australia merupakan pemasok sapi hidup utama bagi Indonesia

BACA JUGA: SNI DInilai Terlalu Birokratif

Mengekspor lebih dari 520.000 ekor sapi pada 2007 atau setara dengan A$339 juta
Tak hanya itu tepung terigu Bogasari, dengan kapasitas produksi sebesar 3.6 juta ton per tahun

BACA JUGA: Jalur Merah Rugikan Importir

Perusahaan ini dipercaya sebagai produsen tepung terigu terbesar di dunia dalam satu lokasi“Pemprosesan dan penambahan nilai bahan mentah Australia oleh Indonesia, yang memperlihatkan bahwa sektor pertanian kita saling mengisi,” ujar Burker(rie/JPNN)



BACA ARTIKEL LAINNYA... 2009, Pertamina Bangun 100 SPBU


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler