Awan Melintang di Atas Gunung Merapi, Harap Tenang

Minggu, 03 Juni 2018 – 05:52 WIB
Gunung Merapi menyemburkan material Vulkanis terlihat dari Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jumat (1/6).Foto: Arief Budiman/Radar Solo/JPNN.com

jpnn.com, SLEMAN - Munculnya awan horizontal yang melintang di atas Gunung Merapi menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Termasuk mengaitkannya dengan kejadian gempa Jogjakarta pada 2006.

Namun, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Jogjakarta Djoko Budiyono menegaskan, munculnya awan tersebut adalah fenomena alam normal. Bahkan, tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi.

BACA JUGA: Ketika Tiba-tiba Terdengar Pengumuman dari Pilot Garuda

”Melihat bentuknya, itu adalah jenis awan tinggi, yaitu awan cirrostratus. Yaitu, gabungan awan yang berbentuk seperti cirrus atau bulu dan seperti stratus atau garis lapisan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jogja, Sabtu (2/6).

Djoko mengatakan, cirrostratus muncul pada ketinggian di atas 6.000 kilometer. Dengan begitu, awan itu digolongkan pada jenis awan tinggi. Kandungan air dalam awan tersebut sedikit sehingga tidak terlalu signifikan terhadap curah hujan.

BACA JUGA: Status Merapi Masih Waspada, Dirjen Udara Minta Tetap Siaga

Kemunculan cirrostratus pada musim kemarau tergolong wajar. Sebab, cuaca cenderung cerah dan pandangan ke langit tidak terhalang. Bahkan, awan tinggi jenis cirrus lainnya juga kerap muncul dan tidak terkait dengan Merapi yang sampai kemarin masih berstatus waspada.

”Itu awan-awan yang biasa muncul di atmosfer langit. Apalagi musim kemarau seperti saat ini, jenis awan tinggi lebih mudah muncul dan bisa diamati, bahkan tanpa bantuan alat,” tutur dia.

BACA JUGA: Gunung Merapi Meletus Setinggi 6000 Meter

Terkait dengan perkiraan cuaca hari ini (3/6), Staklim BMKG Jogjakarta memprediksi kondisi cerah berawan. Pagi diperkirakan berawan, lalu siang berawan dengan hujan ringan. Mungkin terjadi hujan di Sleman kawasan utara.

BACA JUGA: Ketika Tiba-tiba Terdengar Pengumuman dari Pilot Garuda

”Malam harinya berawan, lalu cerah pada dini hari. Suhu udara kisaran 21 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 92 persen. Kalau angin, umumnya berembus dari timur dan tenggara dengan kecepatan 6 sampai 22 kilometer per jam,” katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan meminta warga tidak termakan informasi palsu. Dia tidak menampik bahwa banyak informasi meresahkan yang beredar. Yang terbaru adalah rekaman CCTV soal aktivitas magma yang diklaim sebagai kondisi puncak Merapi.

Dia juga sempat mendengar kabar tentang munculnya awan cirrostratus. Makwan memastikan bahwa munculnya awan tersebut tidak terkait dengan aktivitas Merapi. Bahkan tergolong sebagai fenomena alam normal.

”Cermati berita dan informasi yang beredar. Kenali, teliti, dan cermati info, sumber, waktu, dan caption-nya. Ikuti perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui info resmi. Untuk warga, jangan asal menyebarkan informasi jika belum valid atau justru membuat resah,” tegasnya. (dwi/c11/ttg)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Daftar Nama 19 Gunung Berapi Status Waspada


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler