Awas! Beras Oplosan Banyak Beredar di Daerah Ini

Kamis, 02 April 2015 – 11:09 WIB

jpnn.com - BEKASI – Aparat Polresta Bekasi Kota berhasil membongkar pengoplosan beras yang selama marak beredar di pasaran di Perumahan Citra Villa Blok JB RT 03/17 Desa Wanasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Selain menyita ratusan kilogram beras yang tidak sesuai merk dan mengoplosnya dengan beras menir (beras sisa), aparat polisi juga menangkap dua orang tersangka. Mereka adalah Khoir (27), dan Kasyono (35), asal Solo, Jawa Tengah.  

BACA JUGA: Barisan Dokter Siapkan Aksi Saat Jokowi Kunjungi Malang

Kapolresta Bekasi Kabupaten Kombes Isnaeni Ujiarto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang resah adanya beras oplosan. Berbekal informasi itu, kemudian petugas melakukan penyelidikan.

Saat ditelusuri dan digeledah, keduanya kepergok tengah mengoplos beras tersebut. Tanpa perlawanan, akhirnya kedua tersangka digiring ke kantor polisi. ”Keduanya menjual beras oplosan di daerah permukimannya, dengan cara pengiriman atau pembeli membeli langsung ke kiosnya,” katanya.

BACA JUGA: Wow...Stok Kondom Aneka Aroma Disiapkan hingga Setengah Truk

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa satu unit timbangan elektrik, satu mesin jahit tangan, 25 kg beras menir, 70 label karung beras merk Rojo Lele, enam karung beras merk Rojo Lele 10 kg hasil oplosan, lima karung beras merk Ramos ukuran 10 kg hasil oplosan dan tiga buah baskom.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku disangkakan Pasal 62 ayat 1 Jo 8 huruf a, UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan acaman penjara maksimal lima tahun atau denda sebesar Rp 2 miliar.

BACA JUGA: Polisi Penembak Warga hingga Tewas Dinilai Ceroboh Pakai Senpi

Sementara Khoir selaku pemilik usaha mengaku, sudah setahun ini bisnis haramnya dijalankan bersama karyawannya. Setiap aksinya, mereka bisa meraup keuntungan sebesar Rp 1.000 per kg atau Rp 8 juta sampai Rp 10 juta per bulan.

”Saya bingung mau kerja apaan, akhirnya saya usaha beras oplosan dengan modal Rp 10 juta hasil pinjaman,” kata Khoir.

Dalam setiap aksinya, Khoir terlebih dahulu membeli beras ke beberapa petani di daerah Cibitung. Untuk beras menir, dia beli dengan biaya Rp 7.000 per karung dengan berat 20 kg dan beras kualitas biasa Rp 5.000 per kg serta beras kualitas sedang Rp 6.000 per kg.

”Komposisi oplosnya 7 banding 3 atau 7 kg beras kualitas sedang, 2 kg kualitas biasa dan 1 kg beras menir,” beber Khoir.

Setelah mengoplos berasnya, kata Khoir, lalu dia membungkusnya dengan karung beras merek terkenal, seperti Ramos Setra, Pandan Wangi, Ikan Lele Super, Super Rojo Lele dan sebagainya.

”Satu lembar karungnya saya beli bervariasi, dari Rp 1.500 per lembar sampai Rp 2.500 per lembar,” ucapnya. (dny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duh, Pria Ini Nyaris jadi Korban Begal Motor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler