Awas Pak Jokowi, Ada Musuh dalam Selimut

Selasa, 06 Desember 2016 – 05:51 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki waktu yang tepat untuk mengevaluasi partai-partai politik pendukung pemerintahannya.

Hal itu diungkap pengamat politik Jajat Nurjaman. Dia mengatakan, parpol pendukung kerap melakukan blunder dan tindakan yang tidak sejalan dengan Jokowi. Itu membuat citra Jokowi di mata publik menjadi kurang elok.

BACA JUGA: GNPF MUI Sudah Ditawari Ikut Makar

Terakhir, aksi penggalangan massa pada 4 Desember atau 412 yang oleh banyak pihak disebut sebagai tandingan aksi damai umat Islam dua hari sebelumnya atau 212. Hal itu berpotensi memperkeruh suasana politik semakin memanas. 

"Padahal presiden berulang kali mengimbau setiap pihak agar menjaga kesejukan dan stabilitas bangsa. Bahkan, presiden sendiri hadir menemui massa 212 dan mengapresiasi aksi super damai tersebut," ujarnya, seperti dilansir dari RMOL, Senin (6/12).

BACA JUGA: Penggawa Timnas Pilih Istrirahat

Menurut Jajat, secara politik, Jokowi telah dirugikan dengan digelarnya Parade Kita Indonesia yang dimotori Partai Golkar dan Partai Nasdem, di saat kegiatan rutin car free day (CFD) juga digeber di tempat yang sama.

Karena banyak yang menduga itu merupakan aksi balasan dari aksi damai umat Islam pada 2 Desember dengan menggelar salat Jumat berjamaah di Silang Monas. 

BACA JUGA: KPK Telusuri Dugaan Muhaimin Iskandar Terima Duit Panas Rp 400 Juta

"Yang menarik dalam hal ini adalah adanya pengabaian imbauan presiden oleh partai pendukung pemerintah untuk menjaga kesejukan dan menghindari segala potensi yang dapat memicu perpecahan masyarakat. Massa seolah dikotak-kotakkan antara pendukung 212 dan 412, tentu ini berbahaya bagi keutuhan dan persatuan bangsa," jelasnya.

Jajat menambahkan, ketidakhadiran partai lain dalam parade juga memperlihatkan tidak adanya kekompakan sesama partai pendukung pemerintah. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya perpecahan di antara pendukung pemerintah. 

"Jika citra Presiden Jokowi tidak ingin terlihat buruk, ini merupakan momen penting bagi Jokowi untuk segera melakukan evaluasi dan mewaspadai adanya musuh dalam selimut. Karena selama ini partai pendukung pemerintah hanya memanfaatkan kedekatannya dengan Jokowi untuk kepentingannya masing-masing," tegas Jajat yang juga direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID). (wah/rmol/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK, Golkar Siapkan Bantuan Hukum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler