Ayah Bharada Aldy Buruh Pelabuhan, Ditelepon Komandan Brimob, Menangis…

Jumat, 22 Maret 2019 – 08:22 WIB
Amir memperlihatkan foto keluarga sebelum Bharada Aldy mengikuti pendidikan di Watukosek. Foto: Ahmad for Radar Tarakan

jpnn.com - Bharada Muhammad Aldy – personel Brimob putra asal Kabupaten Nunukan - gugur dalam baku tembak dengan KKSB alias kelompok kriminal separatis bersenjata. Saat itu, Rabu (20/3), dia sedang melaksanakan tugas pengamanan pesawat heli di Bandara Mugi, Papua.

Sebelum gugur dalam tugasnya, tidak ada tanda-tanda kepergian dari Aldy yang dirasakan keluarga maupun rekan-rekan dekat sebayanya. Namun, ada pesan terakhir yang sempat disampaikan anak kedua dari Amir itu.

BACA JUGA: Bertemu Anggota KKSB, Langsung Tembak!

Amir mengatakan, ia pertama mendapatkan kabar bahwa putranya gugur dalam tugas berawal dari telepon komandan Satuan Brimob yang melaksanakan tugas pengamanan di Bandara Mugi, Kabupaten Nduga, Papua.

Amir ditelepon sekira pukul 09.00 Wita, saat dirinya sedang bekerja di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, selaku buruh angkat barang.

BACA JUGA: KKSB Terus Tebar Teror, tak Peduli Papua Sedang Berduka

BACA JUGA: Bertemu Anggota KKSB, Langsung Tembak!

BACA JUGA: Brimob yang Gugur Ditembak KKSB Baru Lulus Tamtama 2018

“Saya ditelepon komandannya ditanya apakah ini dengan bapak Amir. Jadi saya jawab iya dan saya tanya ada apa, saya sedang kerja. Setelah itu saya diinformasikan bahwa anak saya Aldy tewas karena tertembak saat melakukan tugas pengamanan,” awal cerita Amir kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Awalnya Amir sempat tidak percaya karena belum ada bukti kuat yang ia dapatkan. Amir pun langsung mencari informasi kepastian hal tersebut. Kendati begitu, mendengat kabar tersebut ia sontak lemas dan menangis saat pulang ke rumahnya, tidak jauh dari Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan Timur.

Sekira pukul 13.00 WITA, akhirnya Amir percaya bahwa anaknya benar-benar tewas dalam insiden baku tembak dengan KKSB dengan berbagai bukti foto yang dikirimkan ke pihak keluarga.

Amir mengaku, Aldy adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya dan rajin beribadah. Ia senang berolahraga dan sesekali membantu Amir bekerja menjadi buruh barang di Pelabuhan Tunon Taka.

Pesan terakhir yang Amir dapatkan dari Aldy, saat ia diingatkan oleh Aldy untuk menjaga kesehatan dan ibadahnya. Ia terakhir berkomunikasi melalui telepon seluler pada Senin (18/3) lalu.

“Aldy menelepon hanya ingin mengingatkan saya untuk jaga kesehatan dan ibadah saya,” ucap Amir.

Sejak kecil, cita-cita Aldy diakui Amir memang ingin menjadi tentara atau polisi. Pada akhirnya di tahun 2018 lalu, Aldy berhasil membuktikan ke orang tuanya lantaran lulus menjadi personel Brimob di Jakarta.

Tujuan Aldy semata-mata untuk membahagiakan orang tua dan membuktikan kepada semua orang jika orang dari kalangan bahwa juga bisa menjadi seorang polisi atau tentara.

November 2018 lalu, Aldy pernah pulang ke Nunukan. Aldy di Nunukan hanya selama 4 hari sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).

Saat itu dia memanfaakan waktu untuk bersilaturahmi kepada sanak saudaranya. Sejumlah foto bersama rekan-rekannya diperlihatkan Amir kepada wartawan Radar Tarakan.

Sementara itu, Ahmad rekan Aldy yang juga seorang personel kepolisian curhat kepada wartawan Radar Tarakan. Ahmad mengaku, Aldy sosok yang pendiam dan tidak pernah membuat onar. Bahkan, jika Aldy sendiri punya masalah, Aldy tidak pernah bercerita kepada rekan-rekannya.

BACA JUGA: KKSB Terus Tebar Teror, tak Peduli Papua Sedang Berduka

Aldy juga dikenal anak yang rajin. Ahmad selaku teman paling dekat Aldy mengaku, hanya Aldy yang terkadang datang ke rumahnya dan selalu membantu memandikan orang tua Ahmad yang sedang sakit stroke.

“Padahal dia (Aldy, Red) hanya teman saya. Tapi dia mau saja memandikan orang tua saya yang sakit karena baiknya dirinya kepada saya,” aku Ahmad.

Ahmad juga menceritakan, ia bersama Aldy sudah dua kali gagal dalam mengikuti tes kepolisian. Pada akhirnya ia bersmaa Aldy lulus di pendaftaran yang ketiga. Hanya saja mereka berpisah lantaran Aldy masuk ke satuan Brimob dan terlebih dahulu akan mengikuti pendidikan di Watukosek.

Di saat ada waktu senggang, mereka sering melakukan video call. Pesan terakhir yang disampaikan Aldy ke Ahmad pun disampaikannya.

“Jangan asal-asalan menjadi polisi, harus semangat karena kita sekarang sudah jadi polisi. Berikan contoh yang baik kepada orang lain,” pesan terakhir Aldy saat berteleponan dengan Ahmad, Senin (18/3) lalu.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro yang dikonfirmasi media ini membenarkan insiden tersebut. Ia menegaskan, Polres Nunukan tentu sangat berbelasungkawa atas insiden tersebut. “Kami menyatakan ikut berduka cita atas insiden yang menimpa Aldy, putra daerah dari Nunukan,” kata Teguh.

Aldy akan dikebumikan di Nunukan. Itu dilakukan atas permintaan orang tuanya. Aldy diberangkatkan dari Timika menuju ke Jayapura. Dari Jayapura selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Makassar.

Setelah itu transit ke Balikpapan dan akan menuju Tarakan. Aldy direncanakan sampai di Tarakan pada Kamis (21/3) malam, Jumat (22/3) pagi akan diberangkatkan menggunakan speedboat ke rumah duka selanjutnya akan dimakamkan di Makam Pahlawan Nunukan setelah kaum muslimin melakukan salat Jumat. (raw/boy/cuy/jpg/eza)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baku Tembak dengan KKSB, Satu Personel Brimob Gugur


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler