Ayam Berteknologi Biosolution Enzact Lebih Sehat

Selasa, 27 Februari 2018 – 01:30 WIB
Moeldoko. Foto: KSP

jpnn.com, CIANJUR - Pengembangan ayam unggulan berteknologi biosolution enzact (enzym activation) yang dilakukan di Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan hasil positif.

Ketua Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dian Novita Susanto bersama sejumlah pengurus organisasinya sudah melakukan kunjungan observasi uji coba program ayam unggulan itu di Kampung Bunipasir, Maleber, Cianjur, akhir pekan kemarin.

BACA JUGA: Masa Depan Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda

Kandang yang menjadi objek observasi adalah milik Zaenal. Luas kandangnya berukuran 20 meter persegi dan terisi 50 ekor ayam dengan kondisi kebersihan yang terjaga baik.

Zaenal menjalankan program biosolution enzact untuk peternakan ayam sehat sejak beberapa bulan lalu.

BACA JUGA: Dua Bulan, Harga Ayam Pedaging Tetap Tinggi

Dian menyebutkan, keunggulan dari program ini, antara lain, kandang ayamnya bersih, dan tidak bau.

“Selain itu ayamnya juga sehat dengan daging yang berkualitas,” kata Dian, Senin (26/2).

BACA JUGA: Selidiki Mafia Tanah di Lingga, Moeldoko Terjunkan Tim

Untuk jenis ayam petelur, kelebihan dari program ini adalah ayam mampu menghasilkan telur istimewa yaitu bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.

Dengan program biosolution ini, dari 20 ayam petelur mampu menghasilkan sekitar 14 butir per hari.

Inovasi peternakan ayam rakyat ini merupakan salah satu realisasi dari program kerja Perempuan Tani HKTI yang akan dikembangkan secara nasional.

“Program biosolution ini ke depannya terus dijalankan sebagai pengembangan kualitas peternakan ayam sekaligus peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Dian.

Menurut Dian, pihaknya akan terus bergerak melakukan inovasi serta turun ke pedesaan untuk membina pertanian dan peternakan.

“Dengan adanya program biosolution ini kami berharap perempuan-perempuan Indonesia mampu mandiri dengan beternak ayam sehat dan untuk menopang perekonomian keluarga,” kata Dian.

Perempuan Tani merupakan sayap organisasi otonom HKTI dan kepengurusannya dilantik oleh Ketua Umum Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di kantor DPN HKTI Jakarta Pusat, pada 10 Januari 2018.

Sayap HKTI ini menjadi salah bagian dari upaya pemberdayaan wanita dan kaum muda di bidang pertanian.

“Selain mengurus rumah tangga, perempuan dapat membantu suami dalam mencari nafkah dan mengurus lahan pertanian atau pekarangan untuk menghidupi keluarganya,” kata Dian.

Moeldoko mengatakan, perempuan adalah pihak yang ikut berjasa pada proses budidaya pertanian dan peternakan tradisional.

Ini ditandai dengan peran aktif perempuan HKTI dalam mengembangkan budidaya peternakan melalui keterampilannya.

"Perempuan turut andil mengembangkan pertanian peternakan. Di samping peran utama perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Perempuan merupakan kunci dalam ketahanan pangan dalam sebuah keluarga dimulai dari perencanaan, mengolah pangan, hingga menentukan besar kecilnya anggaran," kata Moeldoko.

Moeldoko menegaskan, saat ini sudah saatnya perempuan mempunyai akses yang sama dalam hal pembangunan pertanian dan peternakan.

Menurutnya, perempuan harus ikut berperan dalam pengambilan keputusan, termasuk di sektor ini.

“Selain mengurus rumah tangga, perempuan dapat membantu suami dalam mencari nafkah dan mengurus lahan pertanian atau pekarangan untuk menghidupi keluarganya,” kata Moeldoko. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Kucurkan Rp 1 Triliun untuk Industri Kelapa


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Ayam   HKTI   Moeldoko  

Terpopuler