Ayo Cegah Kanker Usus Besar dengan Langkah Sederhana ini

Kamis, 09 September 2021 – 22:20 WIB
Ilustrasi - Makan dengan mengenakan pelindung wajah. Spesialis gizi mengajak masyarakat mencegah kanker usus besar dengan langkah sederhana. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Spesialis gizi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Marya Warascesaria Haryono mengajak masyarakat Indonesia mencegah kanker usus besar dengan langkah sederhana.

Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) ini menyebut salah satu langkah penting, rajin mengonsumsi makanan berserat.

BACA JUGA: Guru Honorer Tetap Bertahan Meski Gaji Hanya Rp 60 Ribu/bulan

Menurutnya, serat sangat bermanfaat bagi proses pencernaan dan dapat mencegah berbagai risiko penyakit berat termasuk kanker usus besar.

Menurut dr. Marya, serat memiliki struktur yang pada umumnya berasal dari karbohidrat.

BACA JUGA: Penting! Seluruh Rakyat Diajak Bela Negara, Caranya Sederhana

Namun, serat bukan zat yang dapat dicerna oleh tubuh.

"Nantinya di usus halus, serat membantu memperlambat penyerapan gula dan lemak. Kolesterol juga ikut diikat supaya dapat keluar bersama feses," kata dr. Marya dalam acara peluncuran Fibe Mini secara virtual, Kamis (9/9).

BACA JUGA: Kapolrestabes dan Kasat Reskrim Minta Dicopot, Bang Edi Angkat Suara

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pun menambahkan bahwa dengan mengikat kolesterol, serat dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Serat yang cukup juga dapat membantu kerja bakteri baik dalam tubuh.

Sementara itu di usus besar, lanjut dr. Marya, serat akan membantu membentuk feses sehingga mudah dikeluarkan.

"Jadi, tidak terlalu keras dan tidak membuat diare juga."

"Lalu jika dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari asupan nutrisi sehari-hari, maka serat dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar," katanya.

Menurut dr. Marya, 95 persen orang Indonesia saat ini masih kurang mengonsumsi buah dan sayur, sehingga kebutuhan serat harian tidak terpenuhi.

Padahal, ketika tubuh kekurangan serat maka akan timbul berbagai masalah kesehatan.

Seperti gangguan pencernaan, gula darah tidak stabil, berat badan naik, hingga meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, kanker usus besar dan penyakit jantung.

"Bahkan berdampak juga ke psikologis, seperti mood yang tidak baik, gangguan tidur, stres, dan sebagainya," katanya.

dr. Marya pun menganjurkan untuk mengonsumsi serat yang cukup yaitu rata-rata 30 gram per hari. Secara alami, serat bisa didapatkan dari makanan yaitu buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Selain itu, dr. Marya mengatakan pentingnya memperhatikan porsi makanan sehari-hari agar kandungan gizinya tetap seimbang.

"Setengah piring itu isinya sayur dan buah. Seperempat piring karbohidrat, seperempat lagi protein," pungkas dr. Marya.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler