Babe Ridwan Saidi: Parpol Enggak Usah Masuk Kabinet, Bikin Negara Rugi

Jumat, 04 Desember 2020 – 16:35 WIB
Budayawan Betawi Babe Ridwan Saidi. foto tangkapan layar YouTube

jpnn.com, JAKARTA - Budayawan Betawi Babe Ridwan Saidi mengatakan, sudah saatnya penetapan para pejabat yang menduduki organisasi pemerintahan diubah. 

Dia meminta jangan ada lagi campur tangan partai politik (parpol) dalam penyusunan kabinet maupun lembaga tinggi negara.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Uang Edhy Prabowo Banyak Banget, Rizieq Cuma Bisa Sabar, Ali Ngabalin Meminta Maaf

Bahkan, kata dia, orang-orang parpol tidak perlu menduduki jabatan di lembaga pemerintah.

"Enggak usah politikus jadi menteri atau pimpinan lembaga seperti Mahkamah Konstitusi (MK). Kehadiran mereka bikin negara rugi,' kata Babe Ridwan dalam kanal Refly Harun di YouTube.

BACA JUGA: Ridwan Saidi Sebut Ahok Bikin Sakit Telinga

Kerugian itu, dilihat dari dampak korupsi yang dilakukan para politikus. Sepengamatan Babe Ridwan seluruh parpol besar sudah terjerat kasus korupsi karena memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok.

Akibatnya, negara sudah dirugikan triliunan rupiah. Bila sistem penempatan pejabat di pemerintahan tidak diubah, dia memprediksi, Indonesia akan sulit berkembang pesat karena digerogoti kasus korupsi yang pelakunya dari kalangan politikus.

BACA JUGA: Ridwan Saidi Minta Publik Berhenti Sanjung Jokowi

"Harus diubah, yang politikus cukup sampai di DPR/MPR saja. Enggak usah recokin kabinet atau mau posisi di lembaga tinggi lainnya. Biarkan posisi itu diisi oleh kalangan profesional, biar negara bisa hemat," terangnya.

Dia menyayangkan, di saat negara tengah kesulitan dana karena menghadapi Covid-19, menteri yang merupakan politikus malah tertangkap tangan menerima suap.

Babe Ridwan Saidi juga heran, para politikus yang tidak jera melihat banyaknya kasus yang menimpa rekan-rekannya. Mestinya jeratan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menimbulkan efek jera dan bukan malah diabaikan. 

"Cobalah para pemimpin parpol untuk membiarkan presiden memilih para pembantunya dari kalangan profesional biar kerjanya lebih bagus. Kalau politikus, waduh itu pikirannya bercabang. Yang enggak kuat iman, terjerat korupsi. Mau sampai kapan kita begini terus," tandasnya.(esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler