Bagi PB HMI, BUMN Simbol Kedaulatan Ekonomi Bangsa

Kamis, 09 Januari 2020 – 23:13 WIB
Kantor Kementerian BUMN. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) mendukung penuh upaya progresif Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam melakukan clean and clear di semua perusahaan pelat merah.

Hal itu disampaikan menyikapi persoalan Jiwasraya yang mengalami gagal bayar hingga Rp13 triliun.

BACA JUGA: BUMN Diminta Menjaga Lingkungan Ibu Kota Baru Negara

"Bagi PB HMI, BUMN adalah simbol kedaulatan ekonomi Bangsa yang wajib dirawat dan dijaga dari upaya-upaya perampokan sistemik dan jenis skandal lainnya," ujar PJ Ketua umum PB HMI Arya Kharisma Hardy di Jakarta, Kamis (9/1)

Menurutnya, kasus Jiwasraya bisa jadi momentum bersih-bersih BUMN lainnya yang bisa jadi masih rapi tersembunyi dan belum sempat terdeteksi oleh aparat penegak hukum dan lembaga terkait lainnya.

BACA JUGA: Kementerian BUMN Cari Solusi Penyelesaian Kasus Jiwasraya

"Inisiatif bersih-bersih menyeluruh yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Tohir secara siginifikan akan mengungkap banyak kasus lainnya di tubuh BUMN," ungkap Arya.

Menurutnya, pemulihan manejemen BUMN melalui skema holding dan penerapan the right man on the right place di posisi strategis perusahaan-perusahaan BUMN menjadi hal yang patut diapresiasi dan didukung.

BACA JUGA: Erick Thohir Ditantang Menertibkan Praktik Monopoli Anak-Cucu BUMN

Apalagi selama ini, kata dia BUMN biasanya sering menjadi sapi perah bagi elit dan oligarki.

"BUMN mesti bekerjasama dengan lembaga terkait seperti BPK, Ombusdman dan akuntan publik untuk rutin mengontrol kinerja perusahaan dan perilaku direksi-direksi BUMN," sarannya.

Arya juga mengkritisi perusahaan BUMN yang cenderung melakukan monopoli aktif pada sektor bisnis yang sesungguhnya akan adil jika menggandeng swasta.

"Hegemoni BUMN beserta anak cucunya, sangat mengganggu dinamika iklim usaha nasional yang juga dibangun oleh perusahaan swasta dalam negeri, sehingga sedikit banyak memengaruhi asa pengusaha dalam negeri untuk bertumbuh," tegas Arya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler