Bagikan Ribuan Masker untuk Warga

Sabtu, 23 Oktober 2010 – 07:21 WIB
Gunung Merapi diabadikan dari Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, (22/10) sehari setelah status dinaikkan menjadi siaga (Level 3). Warga dan wisatawan diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Merapi yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Foto: HERMITIANTA/RADAR JOGJA

BOYOLALI - Status Gunung Merapi yang berubah menjadi siaga langsung disikapi petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali kemarin (22/10)Tim yang beranggota 16 orang itu membagikan tiga ribu masker kepada masyarakat

BACA JUGA: Guncangan Gempa Makin Rapat

Sasaran utama adalah warga di kawasan rawan bencana (KRB) III di Desa Tlogolele
Begitu pula warga di KRB II, yakni Desa Klakah, dan Jrakah.

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi warga dari debu akibat letusan Merapi

BACA JUGA: Siaga, Guguran Merapi Meningkat

"Masker ini kami bagikan di daerah yang paling dekat dengan puncak Merapi, yakni Desa Tlogolele," jelas Komandan Tagana Boyolali Ichsanudin di sela pembagian masker.

Pembagian masker tersebut dibantu personal TNI, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas), serta tim kesehatan dari Puskesmas Selo
"Jatah masker untuk warga enam ribu lembar, tapi yang dibagikan sementara tiga ribu lembar dulu," kata dia.

Ichsanudin menjelaskan, pembagian masker kemarin terbagi di tiga tempat

BACA JUGA: Pembunuh Warga Medan Diciduk di Depok

Yakni, di Desa Tlogolele 1.500 lembar, Klakah 800 lembar, dan Jrakah 700 buahMenurut dia, masker itu sangat penting untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik.

Petugas kesehatan di setiap puskesmas juga mulai menyosialisasikan manfaat masker kepada wargaSementara itu, Komandan Kodim 0724 Boyolali Letkol (Arh) Soekoso Wahyudi juga ikut turun membagikan masker"Masker ini persiapan jika Merapi hujan debu," kata dia.

Pihaknya juga telah memasang 35 plang penunjuk jalan untuk evakuasi dari daerah permukiman ke tempat pengungsian sementara (TPS)Juga ke tempat pengungsian akhir (TPA) di lapangan Desa Samiran, SeloPlang-plang itu dipasang dari Desa Tlogolele, Klakah, sampai ke Jrakah

Jarak pemasangan plang itu sekitar 7 kilometer sampai ke TPS di Balai Desa Klakah dan Jrakah"Tanda arah evakuasi ini sangat penting agar warga tidak salah jalan saat evakuasi ke tempat yang amanWarga biasanya panik dan bingung jika kondisi mendesak akibat bencana Merapi," tegasnya(un/jpnn/c6/end)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bogor Mulai Awasi Daging Kurban


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler