Bak Medan Pertempuran

Dua Kelompok Bentrok, Pakai Senjata Tajam dan Senpi

Kamis, 30 September 2010 – 06:55 WIB

JAKARTA – Suasana di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, kemarin (29/9), berubah bak medan pertempuranDua kelompok massa terlibat saling bentrok

BACA JUGA: Bentrok di PN Jaksel, Tiga Tewas !

Di antara mereka ada yang bersenjata tajam
Bahkan ada yang sampai memuntahkan peluru dari senjata api

BACA JUGA: Ketua MPR: Dimana Polisi?



Pertemuan dua kelompok yang saling bertikai tersebut terkait dengan sidang kasus Blowfish yang hari itu disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel)
Gedung pengadilan tersebut terletak di Jalan Ampera Raya.

Awalnya, di PN Jaksel sedang dilangsungkan sidang kasus yang melibatkan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji

BACA JUGA: Rusuh di Jakarta Selatan, Tewaskan 3 Warga

Itu merupakan sidang perdana bagi jenderal berbintang tiga tersebutSidang Susno berakhir pukul 12.30

Menurut agenda, setelah sidang kasus Susno, dilangsungkan sidang kasus BlowfishYakni, kasus perkelahian antara petugas keamanan Diskotek Blowfish di Jalan Gatot Subroto dan kelompok pengunjung

Menjelang dimulainya sidang kasus Blowfish, puluhan orang terlihat bergerombol di halaman depan PN JakselNamun, tiba-tiba, dari arah Cilandak, datang sekelompok orang yang menyerang kelompok yang berada di depan gedung pengadilan tersebut

Mereka yang datang menyerang itu menumpang tiga Kopaja 608 (bus) jurusan Blok M–Tanah AbangMereka menyerang dengan senjata api (pistol), ketapel, serta panah.

Kejadian tiba-tiba tersebut membuat suasana di depan pengadilan menjadi ramaiKelompok massa yang berada di PN membalas serangan itu dengan parang dan senjata tajam lainnyaPetugas kepolisian yang sebelumnya menjaga sidang Susno langsung mensterilkan Jalan Ampera

Kendaraan yang datang dari arah Kemang dan hendak menuju Cilandak atau Ragunan dipaksa untuk balik arahSementara itu, kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang sudah berada di Jalan Ampera berusaha segera keluar dari jalan tersebut.

Jalanan yang sudah lengang membuat perang terbuka tak terelakkanKelompok yang berada di pengadilan berusaha berlindung dari tembakan kelompok yang menumpang KopajaSaat suara tembakan tak terdengar lagi, mereka balas bergerak’’Peluru mereka habisPeluru habis,’’ ujar salah seorang anggota kelompok mengajak rekannya untuk balik menyerang sembari mengacungkan parang.

Tembakan peringatan yang sempat dikeluarkan polisi tak serta-merta menghentikan keributanUpaya petugas untuk melerai pun tak banyak membuahkan hasil
Bentrokan mulai reda setelah personel tambahan dari Polda Metro Jaya datang dan membuat barikade untuk memisahkan dua kelompok.

Nus Key, seorang pemuda yang mengaku dari Maluku Utara, mengungkapkan, dirinya bersama teman-temanya sedang menunggu sidang kasus Blowfish’’Tiba-tiba, mereka datangDiduga dari kelompok FloresBegitu turun, langsung menyerang, cabut pistol, dan parangAnak-anak ditembakin,’’ tuturnya kepada wartawan.

Dia tidak bisa memastikan dari mana kelompok yang telah menyerang kelompoknya tersebut’’Yang pasti, mereka yang bermasalah dengan saya di Blowfish,’’ imbuhnya.
Menurut Key, kekuatan kelompok penyerang lebih banyak dibanding pihaknyaDia menyebut jumlah 50 orang yang berada di pengadilan’’Polisi seharusnya bertindakMereka punya senjata apiJadi, harus ditangkapKami bereaksi karena ada anak-anak yang matiArtinya, kami beraksi untuk membela diri,’’ terangnya.

Dalam peristiwa tersebut, menurut polisi, tiga orang tewasMereka adalah Fredy Merkuri, Syaifudin, dan Agustinus TomazoaSyaifudin ditemukan tewas di depan kantor Medco dalam kondisi tangan kanan putus dan wajah nyaris sulit dikenaliDia diduga sebagai sopir Kopaja yang membawa rombongan penyerang.

Agustinus ditemukan tewas di dalam kantor Law Office Ray Tofik ChandraSementara itu, lokasi tewasnya Fredy tidak diketahuiSeorang korban lainnya berkondisi kritis karena terkena tembakanDia adalah Jaya Kusuma Madang yang dirawat di RS Pondok Indah

Bukan hanya pihak yang bertikai, tiga polisi juga menjadi korbanTermasuk, Kapolres Jaksel Kombes Pol Gatot Eddy PramonoDia terserempet peluru di lutut kirinyaDua polisi lainnya adalah Briptu Gerhana (luka tembak di kaki) dan AKP Lambua (luka tembak di telapak tangan)(Indopos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rusuh di Jakarta Selatan, 1 Tewas


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler