Bak Raksasa Pembajak Sawah! BOZENA 4, Andalan TNI AD Hancurkan Ranjau

Senin, 23 November 2015 – 20:11 WIB
Bozena 4. Foto-foto: source-indomiliter

jpnn.com - KEKUATAN TNI AD kian disegani dunia. Selain kemampuan prajurit yang andal, alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD ternyata tak ketinggalan zaman.

Untuk memperlancar pergerakan unit infanteri dan kavaleri, TNI AD memiliki Bozena 4, Si Penghancur Ranjau. Robot buatan Way Indsutry, Slovakia ini didatangkan sejak tahun 2013. Dengan kehadiran perangkat mine clearing system ini, potensi korban baik dari personel TNI maupun sipil di daerah konflik bakal semakin berkurang.

BACA JUGA: MKD Kian Memanas, Istana Adem Ayem?

Dari segi tampilan, robot berpenggerak 4 × 4 ini mirip perpaduan forklift dan mesin pembajak sawah. Cara kerjanya, Bozena 4 dioperasikan dengan remote oleh seorang personel. Jarak jangkau kendalinya maksimal 5 km untuk medan datar, sementara di medan hutan dan pegunungan jangkauan kendali sekitar 2 km. Dengan kendali remote, Bozena 4 sanggup beroperasi selama 11 jam.

BACA JUGA: Menteri Dapat Tugas Baru dari Jokowi, Dekati Negara-negara Lain

Untuk menetralisir ranjau, dilakukan secara manual dengan memanfaatkan tenaga dari ‘pukulan’ rantai baja pada flail unit. Flail unit berbentuk bulatan datar yang tergantung pada rantai baja terletak di bagian depan, mirip dengan alat bajak sawah modern. 

BACA JUGA: DUA JEMPOL! TNI AL Usir Kapal Tiongkok dari Natuna, Sampai Minta Maaf...

Flail unit akan memutar rantai dengan irama tertentu guna memicu reaksi ranjau. Biasanya ranjau darat ditanam di kedalaman 25 – 30 centimeter. Karena jenis ranjau yang berbeda, ketinggian dan kecepatan putaran flail unit juga dapat disesuaikan, mulai dari 350 – 500 RPM. Flail unit punya lebar 2,2 meter dan sanggup menetralkan ranjau berhulu ledak TNT seberat 9 kg. Bozena 4 memiliki efisiensi kerja maksimum 2,500m² / jam berdasarkan jenis kondisi tanah dan medan.

Tenaga mesin Bozena 4 bersumber dari diesel turbocharged Deutz BF 6L914 110 kW (147 HP). Kapasitas bahan bakar 140 liter dan Bozena mampu bergerak dengan kecepatan maksimum 9 km per jam. Konsumsi bahan bakarnya mencapai 13,2 – 19,5 liter untuk operasi per jam.

Bozena 4 dengan bobot total 6,9 ton ini juga dilengkapi lapisan pelindung baja guna memproteksi beberapa perangkat vitalnya. 

Dilansir dari indomiliter,Senin (23/11) saat ini TNI AD mengoperasikan dua unit Bozena 4, masing-masing ditempatkan di Yon Zipur 9 di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, dan satu lagi di Yon Zipur 10 di Pasuruan, Jawa Timur. Bozena 4 Yon Zipur 9 telah digunakan dalam ajang Latihan Tempur TNI AD di Martapura, Sumatera Selatan pada bulan Juni 2015. (adjie/adk/jpnn)

Spesifikasi Bozena 4
Length total 5 280 mm
Length of Prime mover 3305 mm
Length of Flail unit 2000 mm
Width of Prime mover with tracks 1985 mm
Width of Flail unit 2840 mm
Height of Prime mover 2270 mm

Weight total 6983 kg
Weight of Prime mover 5576 kg
Weight of Flail unit 1407 kg

Engine Deutz BF 6L914, turbo
Rated power at 2 500 RPM 110 kW (147 HP)
Torque at 1 600 RPM 550 Nm
Fuel consumption – average/max 13,2 / 19,5 l/h

Mine clearance width 2,2 m
Mine clearance depth max 250 mm
Blast resistance 9 kg TNT
Operating RPM of the Flail unit 350 – 500
Working efficiency (max) 2 500 sq m/hour
Fuel tank capacity 140 liter
Maximum speed 9 km/h
Remote control – range/battery life 5 000 m/11 hrs

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Jokowi, Buktikan Keberpihakan pada Industri Pertahanan Nasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler