Balai Kota Penuh Bunga, Pendukung Anies: Ahoker Sakit Lagi

Kamis, 12 Oktober 2017 – 18:15 WIB
Karangan bunga di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: RmolJakarta

jpnn.com, JAKARTA - Polarisasi yang muncul akibat Pilkada DKI 2017 masih tetap hidup sampai sekarang. Apa pun yang dilakukan kubu Ahok otomatis ditanggapi negatif oleh pendukung Anies, begitupun sebaliknya.

Seperti yang dilakukan aktivis Tionghoa Zeng Wei Jian. Dalam artikel opininya di portal berita RMOL.co, Kamis (12/10), Zeng menyebut perilaku para pendukung Ahok alias Ahoker seperti pengidap gangguan mental.

BACA JUGA: Balai Kota Penuh Karangan Bunga Lagi, Relawan Anies Khawatir

Alasan dia berpendapat seperti itu sangat sepele. "AHOKER sakit lagi. Mereka kirim bunga. Dengan bangga, nyatakan "menolak move on". Hari ini, 12 Oktober 2017, angin badai robohkan bunga-bunga mereka di sekitaran Balaikota Jakarta," tulis Zeng di paragraf pertama artikelnya.

Ya, puluhan karangan bunga berisi ucapan salam perpisahan bagi Ahok-Djarot itu dijadikannya dasar untuk mengolok-olok Ahoker.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Setelah Pilkada DKI Banyak yang Merapat ke PAN

Dia menyebut mereka seperti pengidap complete locked-in syndrome (CLIS) yang tubuhnya lumpuh total dan tak bisa berbicara, tapi tak hilang kesadaran. Zeng menyebut kondisi para Ahoker sebagai gagal move on permanen.

"Akibatnya, Ahoker cuma bisa meracau, caci-maki, fitnah Anies-Sandi, dan berkeluh kesah. Mereka menolak fakta pilkada uda kelar. Tulisan mereka serupa oret-oretan benang kusut pre school children. Itu semua disebabkan disfungsi motorik otak mereka," tulis dia.

BACA JUGA: Singgung Pilkada DKI Lagi, Djarot Merasa sebagai Pemenang Sejati

"Ahoker ya kaya gitu. Ngga sanggup bicara lain di luar fitnah-fitnah dan caci maki Anies-Sandi," tambah Zeng.

Menurut pakar syaraf, lanjut Zeng lagi, CLIS sering dipicu stroke, overdosis obat, kerusakan sel syaraf dan trauma pada otak.

"Saya curiga Ahoker kena "neurotoxins", alias keracunan syaraf. Akibat kebanyakan baca media abal-abal dan bikin seribu akun robotik. Plus, kalah di pilkada yang rasanya perih. Semua itu bikin otak dan hati Ahoker trauma. Kasian. Kalah 16% itu perih banget ya," tutup dia. (rmol/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gerindra: Masyarakat Jawa Barat Paling Terpengaruh Pilkada DKI


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler