Bambang Soesatyo: Pertahankan Merauke Sebagai Lumbung Beras Nasional

Terima Bupati Merauke Papua Romanus Mbaraka

Rabu, 07 April 2021 – 05:30 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima Bupati Merauke Romanus Mbaraka di Jakarta, Selasa (6/4). Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA BARAT - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan sejarah mencatat pada 1905 Pemerintah Kolonial Belanda pernah menjadikan Merauke sebagai lumbung beras dengan mencetak seribu hektare sawah.

Dia menyatakan bahwa langkah tersebut harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

BACA JUGA: Bambang Soesatyo Mendukung Hengky Kurniawan

Bamsoet pengin Meruke sebagai wilayah paling ujung timur Indonesia, tetap menjadi lumbung beras nasional.

"Kementerian Pertanian mencatat, Merauke memiliki lebih dari 2,5 juta hektare lahan potensial yang bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi produksi padinya cukup tinggi," ungkap Bamsoet usai menerima Bupati Merauke Romanus Mbaraka di Jakarta, Selasa (6/4).

BACA JUGA: Kementan Sebut Industri Sawit Kurangi Angka Kemiskinan dari Sabang Sampai Merauke

Bamsoet menambahkan salah satunya ditunjukkan dengan hasil BPTP pada 2017 dengan teknologi Jarwo Super (varietas INPARI 32, pemupukan berimbang, penggunaan alsintan, dan lain-lain) mampu menghasilkan lebih 8 ton per hektare bila dibandingkan dengan produktivitas gabah rata-rata di Kabupaten Merauke sekitar 4 ton - 4,5 ton per hektare. 

Ketua ke-20 DPR RI ini memaparkan  berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari-Mei 2021 perkiraan produksi beras yang digiling dari gabah padi mencapai 17,51 juta ton dari seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA: Jenderal Andika Minta Lab PCR di RS Merauke Bisa Beroperasi Optimal

Sementara kebutuhan beras untuk konsumsi di periode yang sama mencapai 12,33 juta ton.

Dari tujuh besar provinsi penghasil beras, Papua belum termasuk di dalamnya, padahal potensinya sangat besar. 

Nomor satu ditempati Jawa Timur dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 4,20 juta ton.

Kemudian, nomor dua Jawa Tengah dengan GKG sebesar 4,10 juta ton.

Disusul Jawa Barat dengan GKG mencapai 2,54 juta ton.

"Kelak di masa mendatang kita berharap produksi GKG dari Papua, melalui Merauke bisa masuk dalam tujuh besar nasional," harap Bamsoet. 

Wakil ketua umum Kadin Indonesia ini menerangkan pada 2021 ini Merauke menargetkan luas lahan tanam padi mencapai sekitar 63.785 hektare, sehingga mampu menghasilkan sekitar 141.764 ton beras.

Sementara, kebutuhan beras masyarakat Merauke sendiri sekitar 25 ribu ton, sehingga sisanya bisa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa yang hampir seluruh masyarakatnya mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

"Dengan dukungan pertanian dari saudara sebangsa di Merauke, maupun dari berbagai daerah lumbung beras lainnya, Indonesia bisa surplus beras. Sehingga tidak harus mengandalkan impor. Antarwilayah bisa saling men-support sebagai bentuk gotong royong," paparnya. 


Dalam kesempatan itu, Bamsoet yang juga ketua IMI Pusat mendukung beroperasinya Sirkuit Freegeb Waninggap Sai Gau Tak yang berada di Kabupaten Merauke di daerah kebun cokelat, Distrik Tanah Miring, yang akan dipergunakan untuk PON Papua 2021.

Menurut Bamsoet, sirkuit  itu berdiri di atas lahan seluas 26,5 hektare, di antaranya untuk road race menggunakan lahan 16,5 hektare, untuk sirkuit motocross 6,2 hektare dan  star 3,8 hektare.

"Sirkuit dilengkapi dengan sarana pendukung, tribun VIP dan tribun biasa dengan daya tampung 1.000 penonton. Lalu, ada juga paddoc area, gedung sekretariat, rumah jaga, toilet umum, sarana air bersih dan lainnya," pungkas Bamsoet.

Turut hadir mendampingi Bupati Ketua IMI Papua yang juga anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Dapil Papua Yan Permenas Mandenas.  (*/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler