Bamsoet Desak Pemerintah Gencarkan Upaya Cegah Perokok Belia

Sabtu, 24 Maret 2018 – 20:30 WIB
Rokok dan asbak. Foto/ilustrasi: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak pemerintah lebih getol mencegah anak-anak belia menjadi perokok. Menurutnya, anak-anak yang menjadi perokok sangat rentan terhadap narkoba.

Bamsoet -panggilan akrab Bambang- mengatakan, penelitian Yayasan Lentera Anak di 10 kota pada Oktober 2017 mengungkap harga rokok di kisaran Rp 600-Rp 1.000 per batang. “Akibatnya anak-anak mudah menjangkau (membeli, red) rokok,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (23/3).

BACA JUGA: Bawang Meroket, Bamsoet Minta Kemendag Genjot Operasi Pasar

Bamsoet menambahkan, prevalensi perokok muda makin tinggi. Sebanyak 75,7 persen perokok mulai merokok sebelum usia 19 tahun yang jumlahnya mencapai 16,4 juta.

Dalam 10 tahun ini juga ada pergeseren tren perokok pemula justru ke kelompok 10-14 tahun. Karena itu dia mendorong pemerintah melakukan kajian secara serius tentang dampak sosial dan ekonomi dari kenaikan tarif cukai dan harga rokok.

BACA JUGA: Pesan Bamsoet untuk Relawan Pemenangan di Pilkada Zaman Now

“Kajian itu penting untuk membangun argumen logis bahwa kenaikan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan,” tegasnya.

BACA JUGA: Pedofil Marak, Bamsoet Minta Penegak Hukum Lebih Galak

Selain itu Bamsoet juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pemerintah daerah, menggencarkan pelarangan iklan rokok di sekitar sekolah-sekolah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012, tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Langkah itu penting demi mencapai kota layak anak. Hasil survei Yayasan Lentera Anak menyebut 85 persen sekolah di satu kota telah terpapar iklan rokok,” sebut legislator Golkar itu.

Selain itu, Bamsoet meminta Kemenkes bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah, tentang bahaya rokok yang berpotensi mengarah terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Terutama ke sekolah dasar, mengingat perokok muda berusia 10-14 tahun sudah mencapai sepuluh persen,” katanya.

Yang tak kalah penting, sambung Bamsoet, masyarakat terutama para orang tua harus berperan aktif dalam memberikan contoh nyata bagi anak-anak mereka. “Selalu awasi dan cegah anak-anak dari pengaruh lingkungan sekitar serta mendorong anak untuk melakukan kegiatan yang positif,” pungkasnya.(rgm/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perusahaan Rokok Sering Jadi Sasaran Tembak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler