Perusahaan Rokok Sering Jadi Sasaran Tembak

Rabu, 21 Maret 2018 – 18:03 WIB
Ilustrasi rokok. Foto: Beky Subechi/Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Aktivis Forum Nasionalisme Kretek Nirmal Ilham menilai somasi yang dilayangkan warga bernama Rohayani kepada PT Gudang Garam dan PT Djarum tidak masuk akal.

Menurut Nirmal, perusahaan rokok menjadi sasaran tembak bagi siapa pun yang ingin mencari keuntungan.

BACA JUGA: Somasi ke Produsen Rokok Dinilai Tidak Tepat

Hal itu tidak lepas dari nilai industri rokok yang sangat tinggi dan pasar produk rokok nan luas.

”Somasi kepada PT Gudang Garam dan PT Djarum yang dilayangkan seorang warga yang mengaku kecanduan rokok selama 30 tahun termasuk salah satu serangan gila,” kata Nirmal, Rabu (21/3).

BACA JUGA: Gudang Garam dan Djarum Disarankan Tidak Layani Somasi

Dia menambahkan, tuntutan ganti rugi lebih dari Rp 1 triliun yang dilayangkan Rohayani merupakan hal gila.

Jika dirunut dari sejarah, imbuh Nirmal, industri rokok nasional sebenarnya telah beberapa kali mengalami serangan membabi buta.

BACA JUGA: Pansus RUU Tembakau Puji Kemitraan Industri Rokok dan Petani

Pertama, serangan terhadap pertanian tembakau. Kebijakan pemerintah yang menghapuskan subsidi pertanian, termasuk tembakau, membuat harga produk pertanian Indonesia lebih mahal dibandingkan negara lain.

”Akibatnya, harga tembakau dalam negeri mahal dan berujung pada biaya produksi rokok yang tinggi,” ujar Nirmal. 

Kedua, serangan terhadap industri rokok. Kebijakan liberalisasi perdagangan yang dibuat pemerintah, kata Nirmal, membuat perusahaan-perusahaan rokok asing bisa leluasa mengakuisisi perusahaan rokok nasional.

”Ini yang membuat perusahaan HM Sampoerna dan Bentoel bisa dimiliki hampir seratus persen sahamnya oleh perusahaan Amerika Philip Morris dan BAT,” tambah Nirmal.

Ketiga, serangan terhadap perdagangan rokok. Kebijakan perdagangan bebas yang diadopsi pemerintah mengharuskan terjadinya penurunan tarif dan bea masuk serta penghapusan kuota bagi tembakau.

”Hal itu berakibat bukan cuma bahan baku tembakau impor yang membanjiri pasar lokal, tapi juga bahan jadi. Produk rokok asing mendominasi pasar rokok nasional,” tutur Nirmal.  

Menurut Nirmal, berdasar sejarah itu, sulit untuk tidak memercayai bahwa ada upaya terorganisasi untuk menghalangi berkembangnya industri rokok nasional.

”Tujuan yang sebenarnya adalah untuk mengambil alih pasar rokok dalam negeri dari perusahaan rokok nasional,” kata Nirmal. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cari Juara Masa Depan, PB Djarum Bidik 3 Kategori Usia


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler