Bamsoet Harapkan Aksi Berbalas Aksi Segera Diakhiri

Senin, 05 Desember 2016 – 09:49 WIB
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyatakan, aksi saling adu pengerahan massa akhir-akhir ini harus segera diakhiri. Sebab, hal itu sangat berbahaya dan membuat masyarakat semakin terkotak-kotak.

Bamsoet -sapaan akrab Bambang- mengatakan, kegiatan unjuk rasa damai dan doa bersama pada 2 Desember atau yang dikenal dengan Aksi 212 telah terselenggara dengan baik. "Aksi itu bahkan meninggalkan kesan mendalam," ujar Bamsoet, Senin (5/12).

BACA JUGA: Siapkan Perlawanan, Akom Percaya Allah Tidak Tidur

Namun, ada aksi-aksi tandingan baik terhadap Aksi Bela Islam II (411) pada 4 November silam ataupun Aksi 212. Seperti diketahui, Aksi 411 ditandingi dengan Apel Nusantara Bersatu.

Sedangkan Aksi 212 ditandingi dengan Aksi 411 atau Kita Indonesia. “Mau sampai kapan aksi berbalas aksi yang tidak produktif ini akan berakhir?” katanya.

BACA JUGA: 13 Antemortem Dikumpulkan, DVI Siap Identifikasi Korban Skytruck

Politikus Golkar itu menegaskan, hal yang harus diingat bahwa Polri telah menindak perusuh yang menunggangi Aksi Bela Islam II pada 4 November silam. Bahkan jelang Aksi 212, Polri menangkap sejumlah tokoh yang diduga bermufakat untuk makar.

Sedangkan Kejaksaan Agung RI sudah menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok. Berkas perkaranya bahkan sudah masuk Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk disidangkan.

BACA JUGA: Banyak Pihak Menyebarkan Kebencian

Karenanya Bamsoet mengharapkan pemerintah, penegak hukum dan semua elemen masyarakat untuk memulihkan kondusifitas atau kenyamanan bersama. “Sudah terlalu banyak energi bersama yang terbuang  untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang sebenarnya tidak rumit-rumit amat,” tegasnya.

Lebih lanjut politikus anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII itu mengatakan, momentum untuk memulihkan suasana kondusif sudah terpenuhi karena Polri telah mengidentifikasi dan mengamankan sejumlah orang yang diduga melakukan makar.  Artinya, kalaupun benar ancaman makar itu ada, maka potensinya telah dilumpuhkan.

“Apakah sangkaan Polri terhadap sejumlah orang yang merencanakan  makar itu benar  adanya, biarlah pengadilan yang mengonfirmasikannya. Polri telah mempertaruhkan reputasi dan kredibilitasnya. Tentu saja Polri tidak asal melangkah atau bertindak,” katanya.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, Polri mengaku sudah memeriksa sejumlah orang dan memiliki bukti permulaan yang cukup. “Maka, masyarakat kini hanya perlu menunggu proses pembuktian yang dilakukan oleh Polri,” tegasnya.(ara/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Korban Pesawat Nahas Polri Ditemukan Tidak Utuh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler