Bamsoet: IMI dan Katech Akan Kembangkan Kendaraan Tenaga Surya dan Hidrogen

Senin, 21 Februari 2022 – 22:03 WIB
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo menerima Direksi Katech di Kantor Pusat IMI, GBK Senayan, Jakarta, Senin (21/2). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, IMI dan Korea Automotive Technology Institute (Katech) bakal menjalin kerja sama di bidang penelitian dan pembangunan.

Dengan menghadirkan kendaraan tenaga surya, kendaraan tenaga hidrogen, serta power bank yang tidak terlalu besar sehingga mudah disimpan di kendaraan untuk mengisi baterai kendaraan listrik di saat darurat.

BACA JUGA: MPR RI Dorong Gerakan Pelestarian Kebudayaan Nasional

Kendaraan tenaga surya dan hidrogen akan menjadi kendaraan masa depan yang jauh lebih maju, modern, inovatif, dan high technology sekaligus sangat go green dan eco friendly dibandingkan kendaraan listrik pada umumnya.

Pengisian kendaraan listrik saat ini harus menggunakan energi yang dihasilkan pembangkit listrik konvensional yang tidak go green, seperti yang dihasilkan melalui batu bara (PLTU).

BACA JUGA: Simak Catatan Bamsoet Terkait Kripto, Pajak, Kepastian Hukum, dan Konsumen

"Sementara itu, pada kendaraan tenaga surya, sumber energinya didapatkan dengan mengubah radiasi matahari yang ditangkap panel surya menjadi energi listrik untuk menggerakan motor listrik yang berfungsi memutar roda kendaraan,'' ucap Bamsoet.

Panel surya bisa dipasang di atap, kap depan, pintu, hingga pada bagian belakang kendaraan. Saat berkendara maupun parkir di cuaca yang cerah, kendaraan bisa tetap mengisi ulang baterai.

BACA JUGA: Lantik Pengurus Kodrat Bali, Bamsoet Punya Harapan terhadap Tarung Derajat

Jadi, saat cuaca tidak cerah, kendaraan bisa digunakan karena ada cadangan energi listrik yang disimpan di dalam baterai tersebut.

Hal itu dikatakan ketua umum IMI itu usai menerima Direksi Katech di Kantor Pusat IMI, GBK Senayan, Jakarta, Senin (21/2).

Direksi Katech yang hadir antara lain, President Na Seung Sik, Vice President of Global Cooperation Division Jae Yong Park, Director of Smart Manufact.Tech R&D Center Sang-Wook Han, serta Director of Mobility Strategy Dept Yu, Young Ho.

Turut hadir pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum Rifat Sungkar, A. Riyanto, Tengku Irvan Bahran, Junaidi Elvis, dan Effendi Gunawan.

Ketua ke-20 DPR RI ini menjelaskan, pengembangan kendaraan tenaga surya di Indonesia sangat tepat dan menjanjikan.

Sebab, posisi Indonesia sebagai negara beriklim tropis berada di jalur khatulistiwa sehingga mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.

Dari berbagai kajian, rata-rata intensitas harian radiasi sinar matahari di Indonesia sekitar 4.8 kWh/m2. Angka ini berpotensi menghasilkan sekitar 207.9 GWp (gigawatt peak) listrik. 

Jumlah itu berpotensi untuk dimanfaatkan mengonversi energi surya menjadi listrik pada kendaraan tenaga Surya.

"Energi matahari sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi dalam bentuk apa pun serta tidak menimbulkan limbah fisik yang berpotensi merusak lingkungan,'' ucapnya.

Keberadaan kendaraan tenaga surya menjadi jawaban untuk menghadirkan kendaraan listrik yang sangat ramah lingkungan. 

''Karena bebas polusi, baik dari kendaraan maupun sumber energi listrik," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, kendaraan tenaga hidrogen juga menjadi jawaban untuk menghadirkan kendaraan listrik masa depan yang ramah lingkungan.

Kendaraan ini menggunakan reaksi kimia hasil konversi gas hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan energi listrik yang berfungsi menggerakan roda kendaraan.

Selain itu, tidak menghasilkan polusi gas buang serta tidak menggunakan baterai yang memakai komponen litium.

"IMI bersama Katech melihat power bank ini berpotensi dikembangkan dan dipasarkan di Indonesia. Sekaligus menjadi solusi atas permasalahan baterai lemah yang dikhawatirkan para pencinta kendaraan listrik,'' katanya.

Belum banyak stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai daerah.

Jadi, para pencinta kendaraan listrik tak perlu lagi khawatir membawa kendaraan listrik untuk menempuh jarak jauh. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hadiri Acara Gathering PPMKI Bali, Bamsoet: Koleksi Mobil Klasik Sebuah Investasi Bisnis


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler