Bamsoet: Komunitas Pedagang Bakso Menunjukkan Semangat Pancasila

Rabu, 02 September 2020 – 16:19 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Bekasi, Rabu (2/9). Foto:Humas MPR RI

jpnn.com, BEKASI - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan komunitas pedagang bakso sudah menunjukkan semangat Pancasila dengan bergotong royong membantu sesama anak bangsa melalui program berbagi dengan anak yatim piatu.

Hal ini disampaikan Bamsoet -panggilan ketua MPR ketika menghadiri Acara Penggalangan Koin Peduli dan Santunan Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan Komunitas Pedagang Bakso Nusantara (KPBN), MPR Rai, BPIP dan Generasi Lintas Budaya, di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (2/9).

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Syarief Hasan Beri Kritik Agak Keras ke Pemerintah

Awalnya, Bamsoet mengatakan bahwa bakso bisa menjadi senjata diplomasi berbasis kuliner untuk mempopulerkan Indonesia di mata dunia selain nasi goreng, rendang, sate dan berbagai jenis kuliner khas Nusantara lainnya. Bahkan Presiden Ke-44 Amerika Serikat Barack Obama merupakan salah satu penggemar bakso. Hal itu menunjukan bahwa citarasa makanan terbuat dari daging sapi itu dapat diterima oleh lidah warga dunia.

"Segar, nikmat, dan lezat, adalah tiga hal yang bisa menggambarkan suasana hati ketika memakan bakso. Dari mulai anak kecil hingga dewasa menyukai bakso dengan sajian yang beragam. Membuka usaha kuliner seperti bakso tak akan rugi jika dilakukan dengan kesungguhan hati. Selain bisa meningkatkan taraf hidup pedagang, berjualan bakso juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga," kata Bamsoet.

BACA JUGA: Kunjungi Yayasan Metta Mama dan Maggha di Bali, Bamsoet: Menelantarkan Bayi Perbuatan Keji

Forum itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi, Sekretaris Utama BPIP Karjono, Ketua Umum dan Sekjen Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) Dwi Aroem Hadiatie dan Ratu Dian, Penanggung Jawab Generasi Lintas Budaya (GLB) Raja Asdi, Ketua Umum KPBN Nardi dan ratusan anggota KBPN.

Ketua ke-20 DPR RI ini mengapresiasi langkah KPBN yang memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu. Dengan mengakomodir berbagai sumbangan dari pedagang bakso se-Jabodetabek, KPBN telah menunjukan semangat Pancasila, semangat gotong royong membantu sesama anak bangsa.

BACA JUGA: Bamsoet Dorong Pemerintah Gerak Cepat Amankan Bahan Baku Vaksin Corona

Apalagi, kata Bamsoet, saat ini ada sekitar 23 ribu pedagang bakso yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sekaligus anggota KPBN. 10 persen dari mereka adalah pengusaha bakso papan atas yang memiliki banyak cabang dan restoran. Kemudian, 20 persen lainnya berjualan di warung atau tempat mangkal, dan mayoritas (70 persen) pedangang bakso dorong dan pikul.

"Jika diasumsikan omset per hari mereka rata-rata Rp 400 ribu saja, maka perputaran uang para pedagang bakso ini bisa mencapai Rp 1 triliun. Jadi tidak main-main peran mereka dalam mengakselerasi perekonomian nasional, khususnya di arus bawah,” kata legislator Partai Golkar ini.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, sektor kuliner cukup tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Karena turut ditopang penjualan online melalui berbagai platform digital. Sehingga, masyarakat tak perlu keluar rumah untuk bisa menikmatinya.

Namun demikian, katanya, bukan berarti para pedagang bakso tak kewalahan. Penurunan penjualan tetap terjadi karena warga tak bisa lagi menikmati bakso sebagai sarana berkumpul. Karenanya, dukungan bantuan dari pemerintah untuk UMKM sangat dibutuhkan.

Bantun itu menurutnya bisa menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 695,2 triliun. Di mana, sektor UMKM mendapatkan kucuran sekitar Rp 68,2 triliun. Antara lain Rp 34,15 triliun untuk subsidi bunga, Rp 28,06 triliun untuk insentif pajak PPh 21 DTP dan PPh final UMKM DTP, serta Rp 6 triliun untuk penjaminan untuk kredit modal kerja baru UMKM.

Oleh karena itu, waketum KADIN Indonesia ini mendorong KPBN mendata siapa saja pedagang bakso yang terkena imbas paling parah akibat pandemi Covid-19. Sehingga bisa diajukan untuk menerima bantuan dari anggaran PEN.

"Itulah gunanya berorganisasi. Seperti sebatang lidi, jika sendirian tak memiliki kekuatan. Namun jika berkumpul dan disatukan dalam satu ikatan, akan memiliki kekuatan yang hebat. Melalui keanggotaan di KPBN, para pedagang bakso tak hanya akan memperluas relasi usaha dan persaudaraan, namun juga memperluas kesempatan memperoleh berbagai manfaat dari kebijakan pemerintah," pungkas Bamsoet.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler