Bamsoet: Sekali Lagi Saya Tegaskan, Sikat Habis KKB

Minggu, 19 September 2021 – 11:52 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan sudah waktunya negara melakukan tindakan tegas terhadap teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. 

Oleh karena itu, sosok yang akrab disapa Bamsoet itu meminta pemerintah menurunkan kekuatan empat matra terbaik selain Brimob Polri, yaitu Gultor Kopassus, Raiders, Bravo, dan Denjaka, menumpas KKB. 

BACA JUGA: Perintah Mayjen TNI Ignatius Yogo, Semua Korban Kekerasan KKB Diberikan Penanganan Terbaik

Dia menegaskan pemerintah perlu memberikan waktu secepatnya kepada pasukan terbaik tersebut untuk menumpas teroris KKB di Papua.

“Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap teroris KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/9).

BACA JUGA: KKB di Papua Mengganas, Tenaga Medis dan Pendidik Harus Segera Diungsikan

Bamsoet mengatakan itu terkait tindakan teroris KKB di Papua yang membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Tindakan KKB tersebut membuat para tenaga kesehatan perempuan sampai dilecehkan hingga tewas, serta ditendang ke jurang.

BACA JUGA: Begini Kondisi Terkini Empat Nakes yang Dianiaya KKB di Papua

Bamsoet kembali meminta pemerintah jangan ragu menindak tegas teroris KKB di Papua, terutama pascatindakan kelompok tersebut yang melakukan kekerasan terhadap tenaga kesehatan hingga meninggal dunia.

"Sekali lagi saya tegaskan, sikat habis (KKB di Papua), urusan HAM kita bicarakan kemudian,” ujarnya. 

Bamsoet menegaskan pemerintah jangan ragu bertindak hanya karena persoalan HAM. 

“Utamakan keselamatan rakyat Indonesia," tegasnya.

Bamsoet menjelaskan bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM) sudah mengakui tindakan tersebut adalah bagian dari aksi mereka.

Oleh karena itu, Bamsoet mengatakan tidak ada alasan lagi bagi TNI dan Polri untuk tak segera menumpas habis para teroris biadab KKB di Papua. 

"Ke mana suaranya para aktivis HAM dan aktivis perempuan? Kenapa ketika saudara sebangsanya di bunuh dan diperkosa secara brutal, mereka diam? Namun ketika aparat negara menumpas para pelaku (KKB di Papua), mereka teriak soal HAM?" katanya.

Mantan ketua Komisi III DPR itu menyatakan sudah terlalu banyak keresahan yang dilakukan teroris KKB di Papua.

Menurut dia, korban KKB itu mulai dari masyarakat biasa, TNI dan Polri, hingga sudah menyasar tenaga kesehatan.

Dia mencontohkan pada 8 April 2021 teroris KKB di Kabupaten Puncak menembak mati seorang guru bernama Oktavianus Rayo.

KKB juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak.

Lalu, pada 9 April 2021, seorang guru SMP bernama Yonathan Randen ditembak mati KKB di Kabupaten Puncak.

“Disusul tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak oleh KKB pada tanggal 14 April 2021," katanya.

Selain itu, Bamsoet menambahkan, pada 15 April 2021, KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom, bahkan Kepala BIN Daerah Papua Brigjen TNI Putu I Gusti Putu Danny Nugraha turut menjadi korban kebiadaban akibat ditembak oleh teroris KKB di Beoga, Kabupaten Puncak. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler