Bancassurance Lambungkan Premi Asuransi Jiwa

Kamis, 15 Juni 2017 – 19:43 WIB
Uang Rupiah. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Industri asuransi jiwa menunjukkan perkembangan yang cukup baik pada kuartal pertama 2017.

Total pendapatan industri asuransi jiwa tumbuh sebesar 16,4 persen menjadi Rp 56,96 triliun.

BACA JUGA: Land Swap Belum Jelas, Pengusaha Bersiap Impor

Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak, yakni sebesar 75,8 persen.

Pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan yang meningkat berimbas pada peningkatan total pendapatan premi sebesar 25,5 persen pada kuartal pertama 2017.

BACA JUGA: Jababeka Bertransformasi dari Industri ke Permukiman Prestisius

Pada kuartal pertama tahun lalu, pendapatan premi tercatat sebesar Rp 34,40 triliun.

Sementara itu, pada kuartal pertama tahun ini jumlahnya naik menjadi Rp 43,17 triliun.

BACA JUGA: Soal Regulasi Gambut, Gubernur Riau Tunggu Keputusan Pemerintah

’’Pertumbuhan ini memperlihatkan pertumbuhan ekonomi nasional terus menunjukkan perbaikan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa juga turut meningkat,” kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim, Rabu (14/6).

AAJI mencatat pertumbuhan total pendapatan premi didorong meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance.

Penjualan dari jalur perbankan itu meningkat 47,5 persen dan berkontribusi sebesar 40 persen.

Saluran keagenan turut mengalami pertumbuhan 12 persen dengan kontribusi sebesar 39,2 persen.

Penjualan dari saluran distribusi alternatif juga meningkat, yakni mencapai 18,6 persen dengan kontribusi sebesar 20,9 persen.

Terkait dengan investasi, Hendrisman menjelaskan bahwa jumlah investasi pada kuartal I 2017 meningkat Rp 420,82 triliun atau 21,3 persen.

Kenaikan jumlah investasi tersebut merupakan kontributor utama dari kenaikan pada total aset, yakni sebesar 19,8 persen.

Jumlah investasi dari asuransi jiwa mencapai Rp 475,7 triliun, melesat cukup tinggi ketimbang pencapaian periode yang sama tahun lalu yang masih sebesar Rp 397,25 triliun.

Namun, peningkatan investasi dari asuransi jiwa tidak sejalan dengan hasil investasinya yang mencatat penurunan 9,3 persen menjadi Rp 11,8 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

’’Di awal tahun kami menempatkan banyak investasi di pasar modal, baik saham maupun reksa dana. Dengan demikian, pasar modal yang lesu berdampak terhadap hasil investasi,” ungkap Hendrisman. (rin/c20/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Daurat Peternakan Sapi Perah Rakyat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler