Bandar Judi Jagokan Boris Johnson Jadi PM Inggris

Selasa, 28 Mei 2019 – 06:36 WIB
Kandidat kuat PM Inggris, Boris Johnson. Foto: PA

jpnn.com, LONDON - Lembaga survei maupun bandar judi menjagokan Boris Johnson sebagai perdana menteri Inggris. Tokoh pro-Brexit paling termasyhur itu dinilai punya banyak dukungan di lingkaran politik Partai Konservatif.

Namun, bukan berarti langkah Johnson ke kursi pimpinan 10 Downing Street bakal mulus. Kampanye untuk menjegal pria berusia 54 tahun itu muncul. Kampanye tersebut datang dari kubu Konservatif yang menghindari situasi no deal Brexit (perpisahan dengan Uni Eropa tanpa kesepakatan) dengan segala cara. Salah satunya, Menteri Pembangunan Internasional Rory Stewart.

BACA JUGA: Referendum Kedua Jadi Harapan Terbaik Inggris

"Satu atau dua minggu lalu, saya berbincang dengan dia (Johnson, Red). Saat itu saya minta dia menjamin tak ada no deal dan dia mengiyakan," ujar Stewart kepada BBC.

Stewart merasa terkhianati karena Johnson tiba-tiba menyebut kemungkinan no deal saat menyambut bursa ketua Konservatif terbaru. Karena itu, dia mengaku sudah berpindah kubu.

BACA JUGA: Belasan Politikus Inggris Incar Bekas Kursi Theresa May

Tanpa tedeng aling-aling, Stewart mengaku bakal melakukan apa pun untuk menekuk mantan menteri luar negeri itu dalam kompetisi internal partai. "Yang dia lakukan adalah kesalahan yang merusak negara. Saya tak akan bisa bekerja untuk orang seperti itu," tegasnya.

BACA JUGA: PM Inggris Terancam Dikudeta

BACA JUGA: Brexit Makin Rumit, Theresa May Bersiap Mundur

Menteri Kehakiman David Gauke ikut gelombang protes tersebut. Dalam artikel opininya di The Guardian, dia mengklaim Johnson hanya berusaha memicu populisme tanpa memedulikan kepentingan ekonomi dan negara.

"Kita harus berhenti berpura-pura bahwa keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan tak akan menyulitkan. Hal itu akan merusak ekonomi dan melemahkan keamanan negara," tegasnya.

Sebagian besar anggota Konservatif moderat sudah meluncurkan protes atas pencalonan Johnson. Padahal, kandidat pengganti Theresa May yang menganut paham Brexit garis keras bukan hanya Johnson.

Mantan Menteri Brexit Dominic Raab dan mantan Ketua Majelis Rendah Andrea Leadsom juga mempromosikan gerakan Brexit tanpa kesepakatan. "Kami dengan senang hati keluar dari meja negosiasi," ujar Raab.

Tetapi, sasaran anggota Konservatif pro-Eropa cuma Johnson. Sebab, pria kelahiran New York, AS, itu merupakan kandidat terpopuler saat ini.

Lembaga survei YouGov mengatakan, 32 persen rakyat Inggris menyukainya. Angka popularitas itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan politisi mana pun di Britania Raya. (bil/c11/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Skotlandia Ingin Merdeka dari Britania Raya


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler