Bangun BLK, Menaker Ida Siapkan SDM Terampil di Kawasan Industri Batam

Jumat, 07 Mei 2021 – 19:52 WIB
Menaker Ida Fauziyah saat menerima Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (7/5/2021). Foto: Humas Kemenaker

jpnn.com, BATAM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kawasan Industri Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sebab, hingga saat ini belum ada satu pun kawasan industri yang memiliki BLK Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) milik Kemnaker.

Nantinya, BLK Kota Batam akan difokuskan pada program pelatihan kerja yang dikhususkan pada jenis-jenis kejuruan yang dibutuhkan oleh industri-industri di sekitar kawasan Batam.

“Ketersediaan pelatihan kerja akan merujuk pada pertumbuhan dan perkembangan industri di sekitar Batam serta disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerjanya," ujar Menaker Ida Fauziyah saat menerima Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Menaker Ida menjelaskan SDM yang akan dihasilkan oleh BLK Kota Batam ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri, baik di wilayah Kota Batam maupun Provinsi Kepri secara keseluruhan.

BACA JUGA: Kemnaker dan Gojek Jalin Kerja Sama untuk Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja

Menurutnya, beberapa kejuruan yang akan direkomendasikan mulai dari las, teknik manufaktur, teknik listrik, logistik, teknologi informasi komunikasi, otomotif, pariwisata dan garment apparel.

“BLK Batam yang akan dibangun di lahan seluas 4,2 hektar ini bisa menjadi pusat tenaga kerja terampil di Kawasan Industri Kabil, dengan begitu BLK Batam juga dapat memenuhi tenaga kerja terampil di wilayah Kota Batam dan Provinsi Kepri,” kata Menaker Ida.

Menaker Ida berharap BLK Kota Batam ini dapat memberi kontribusi yang sangat berarti terhadap penyediaan tenaga kerja terampil melalui pelaksanaan program pelatihan yang link and match dengan kebutuhan di daerah Batam.

Sementara Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menginginkan agar pembangunan BLK di kawasan Industri Batam ini bisa cepat terwujud setelah direncanakan sejak tahun 2018.

Pembangunan BLK akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan ini. Diperkirakan akan memakan waktu selama tiga tahun,mulai tahun 2021 dan rampung tahun 2024.

“Saat ini sedang dilakukan DED (Detail Engineering Design). Semoga adanya BLK di Kota Batam ini bisa melatih anak-anak muda dari Batam terutama dalam bidang maritim dan teknologi informasi," kata Ansar Ahmad didampingi Kadisnakertrans Kepri, Mangara Simarmata.

Ansar menambahkan, Provinsi Kepri sangat membutuhkan tenaga kerja terampil, terutama bidang manufaktur industri penerbangan, minyak, dan gas (oil and gas).

BACA JUGA: May Day, Kemnaker dan Kemenkes Vaksinasi untuk 1000 Pekerja

Selama ini, pihaknya selalu kewalahan mencari tenaga kerja terampil di bidang manufaktur dan migas di wilayah Kepri sebab selama ini selalu mencarinya hingga keluar daerah Kepri. 

"Pelatihan manufaktur bidang industri penerbangan (aviasi) sudah berkembang di Batam mengingat saat ini di Batam sudah beroperasi Lion Air Group Maintenance Facility, dan Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), " ujarnya.

Kepada Menaker Ida, Ansar Ahmad juga mengemukakan adanya rencana pembangunan workshop di kabupaten Karimun untuk mendukung kegiatan pembangunan UPTP di provinsi Kepri. Namun nantinya workhsop tersebut tetap di bawah pembinaan dari UPTP BLK Batam.(jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA JUGA: Menaker Ida Resmikan BLK Komunitas Milik Serikat Pekerja


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler