Bangun Giant Sea Wall demi Mencegah Jakarta Tenggelam

Senin, 10 Desember 2018 – 19:50 WIB
Banjir. Foto: dok. JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kondisi geografis sebagian wilayah DKI Jakarta membuatnya selalu berada dalam ancaman banjir rob. Bahkan ada pihak yang sudah memprediksi bahwa di masa yang akan datang luapan air laut akan menggenangi pusat kota.

Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Air dan Sumber Daya Air Firdaus Ali mengatakan, ancaman serius tersebut telah menjadi perhatian pemerintah. Pembangunan tanggul raksasa alias giant sea wall adalah salah satu upaya mencegah banjir rob.

BACA JUGA: Persija Juara, Fahira: Setahun Ini Jakarta Banyak Berkah

“Sekarang namanya NCICD (national capital integrated coastal development) dan itu tetap jalan di bawah Kementerian PUPR,” kata Firdaus di Jakarta, Senin (10/12).

Menurut dia, program NCICD ini bukan hanya melibatkan Pemerintah Provinsi DKI saja. Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga dilibatkan.

BACA JUGA: Pak Anies, Warga Nilai Kenaikan Tarif Parkir Menyusahkan

Kini, lanjut Firdaus, perencanaannya sedang dimatangkan pemerintah pusat. “Itu sedang dimatangkan perencanaannya di Kementerian PUPR dengan melibatkan tenaga ahli Belanda, Korea, Jepang dan Indonesia,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan NCICD pengembangan lebih terpadu dari giant sea wall. Karena NCICD akan mengkaitkan tanggul raksasa dengan pengembangan kawasan dan wilayah.

BACA JUGA: Toleransi Jakarta Disebut Buruk, Anies Tidak Percaya

“Aspek macam-macam lingkungan, keterpaduan, finansial ekonomi, pengembangan kawasan pantai, tanggul juga akan dijadikan jalur untuk kereta api dan tol sehingga orang tidak perlu lagi masuk ke dalam kota,” jelas dia.

“Intinya sama tapi lebih dikembangkan, kalau cuma giant sea wall itu gunanya bikin tanggul saja. Tapi kalau ini (NCICD) kan tidak, di atas tanggul itu akan ada macam-macam nanti, ada tanggul baru, ada jalur kereta api, ada jalan tol, ada perumahan nelayan, penampungan nelayan,” katanya.

Menurutnya, pemerintah berharap tahap perencanaan NCICD ini bisa rampung akhir tahun ini. “Kalau semuanya smooth, tahun 2020 harusnya sudah groundbreaking. Karena ini untuk menahan rob dan kedua juga Jakarta tidak tenggelam,” tandasnya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan menilai proyek pembangunan tanggul laut raksasa di utara Jakarta harus dipertimbangkan ulang. Menurut dia, Jakarta butuh pembangunan tanggul pantai.

"Yang benar-benar dibutuhkan di Jakarta adalah tanggul pantai. Jadi, wall yang sepanjang pesisir pantai kita,” kata Anies.

Anies mengatakan tanggul pantai dibutuhkan mengingat tanah di Jakarta mengalami penurunan, sedangkan permukaan air laut mengalami naik turun. Maka, ini dibutuhkan untuk mencegah rob sehingga tanggul di pesisir itu sangat perlu.

“Tanggul yang luas di depan sana itu yang perlu dipertimbangkan ulang. Mengapa? Karena justru dengan air yang muncul dari daratan begitu banyak ke pesisir," ujarnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tarif Parkir Jakarta Bakal Naik Rp 50 Ribu per Jam?


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler