Banjir Aliran Modal Asing, Nilai Rupiah Lebih Baik dari 3 Negara Ini

Selasa, 19 Oktober 2021 – 21:25 WIB
Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia, nilai tukar rupiah membaik. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia pada periode triwulan III 2021 sebesar USD 1,3 miliar dolar AS.

"Aliran investasi portofolio tersebut terus berlanjut dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 dengan mencatat inflows sebesar 200 juta dolar AS," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulan Oktober 2021 Cakupan Triwulanan di Jakarta, Selasa (19/10)

BACA JUGA: Ekonom UI Punya Firasat Baik soal Aliran Modal Asing, Begini

Perry menilai masuknya modal asing didorong oleh persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik yang mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Mata uang Garuda pada 18 Oktober 2021 menguat 1,44 persen secara point to point dan 0,33 persen secara rata-rata dibandingkan dengan level September 2021.

BACA JUGA: Modal Asing Keluar Rp 2,99 Triliun, Apa Artinya?

Perry menilai derasnya dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik juga didorong menariknya imbal hasil aset keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan langkah-langkah stabilisasi Bank Sentral.

"Berdasarkan penguatan tersebut dibandingkan dengan level akhir 2020, rupiah sampai dengan 18 Oktober 2021 mencatat depresiasi yang lebih rendah menjadi sebesar 0,43 persen sejak awal Januari 2021," ucap dia.

BACA JUGA: BI Sebut Aliran Modal Asing Mencapai Rp 3,49 Triliun dalam 3 Hari

Menurutnya, penurunan tersebut relatif lebih baik dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India, Malaysia, dan Filipina.

BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler